Sidak Pasar Pastikan Stok Pangan, Bapanas Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam rangka memastikan stok pangan aman menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Muara Enim menggelar Inspensi Mendadak (Sidak) Pasar tradisional di Kabupaten Muara Enim.

Dalam sidak tersebut, juga dihadiri Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Muara Enim Hermin Eko Purwanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muara Enim Hj. Syamsiah, Forkopimda Muara Enim, Balai Besar POM di Palembang, dan jajaran OPD terkait di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Dari pantauan di lapangan, sidak dilakukan mulai dari sejumlah toko kelontong yang menjual Sembako. Kemudian, dilanjutkan ke pasar tradisional seperti sayur mayur, telur ayam, daging ayam, dan daging sapi.

“Saya imbau kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli bahan pangan secara berlebihan akibat kekhawatiran kekurangan stok pangan. Tadi saya cek langsung semuanya tercukupi,” ujar

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono, S.TP., M.P. didampingi tim Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim di Pasar Muara Enim, Kamis (12/3/2026).

Menurut Direktur SPHP Bapanas Maino mengatakan bahwa, sidak ini dilakukan untuk mengecek kondisi ketersediaan pasokan, stok dan harga pangan menjelang lebaran Idul Fitri 1447 H.

“Tadi kita sama-sama sidak kondisi pangan kita aman, ketersediaannya cukup, pasokan dan harga masih normal,” ujar Maino.

Lanjut Maino bahwa dari hasil sidak memang ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, tapi terbilang aman karena masih di bawah anjuran pemerintah.

“Ada komoditas yang naik seperti telur dari yang biasanya Rp 28 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg, cabai merah keriting dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg, tapi kenaikan ini masih aman,” jelasnya.

Maino menegaskan bahwa, masyarakat tidak perlu panic buying terutama untuk beras karena pemerintah sudah menyiapkan stok pangan dengan cukup merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Stok Bulog sangat banyak, ada 3,7 juta ton beras, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *