Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Angka kecelakaan lalulintas dalam Operasi Ketupat Musi 2026 dalam hukum wilayah Polres Muara Enim meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2025. Hal tersebut didominasi diakibatkan oleh faktor Kelalaian manusia (pengendara) dan kondisi jalan yang rusak.
“Selama H-7 dan H+7 lebaran, penyebab lakalantas tersebut didominasi oleh faktor Kelalaian dan jalan rusak,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Lantas AKP Nadhya Nabilla didampingi Kasi Humas AKP RTM Situmorang, Rabu (1/4/2026).
Menurut Kasatlantas Lantas, dari data yang ada pada tahun 2025, untuk jumlah Lakalantas 9 kasus, meninggal dunia nihil, luka berat 8, luka ringan 6 dan kerusakan material Rp 16.600.000 juta. Sedangkan pada tahun 2026, untuk jumlah lakalantas sebanyak 11 kasus, meninggal dunia 4, luka berat 7, luka ringan 7 dan kerugian material Rp 99.600.000 juta.
“Penyebab lakalantas faktor Kelalaian manusia sekitar 80 persen, selebihnya karena jalan rusak sekitar 20 persen dan sebagainya,” rincinya.
Dijelaskan Kasat Lantas, sebelumnya pihaknya telah berupaya melakukan antisipasi lakalantas seperti melakukan pengecekan seluruh kendaraan umum, memasang banner dan spanduk, hingga sosialisasi ke masyarakat terutama yang mudik lebaran. Bahkan pihaknya telah menyiapkan tempat peristirahatan di setiap Posko jika pemudik kelelahan.
Selain itu, kata Kasatlantas, pihaknya juga sedikit kewalahan semenjak tilang manual tidak lagi diperbolehkan, sebab angka pelanggaran cukup tinggi terutama bagi kendaraan roda dua seperti yang tidak menggunakan helm, melanggar rambu-rambu lalulintas dan sebagainya yang juga menjadi penyebab salah satu penyumbang lakalantas.
Sedangkan untuk kemacetan selama lebaran, kata Kasatlantas, secara umum terutama pada saat jam padat hampir terjadi di setiap pintu perlintasan sebidang Kereta Api. Namun yang menjadi titik utama kemacetan adalah di pintu perlintasan sebidang Simpang Belimbing (Cinta Kasih). Adapun penyebabnya karena intensitas angkutan KA batubara cukup padat sebab setiap lima menit sekali KA Babaranjang melintas. Selain itu, akibat tidak disiplinnya pengemudi yang sering menyerobot dan tidak mau mengantri.
Atas hal tersebut, lanjut Kasatlantas Lantas, pihaknya telah melakukan upaya bekerjasama dengan divre III PT KAI untuk mendelay waktu agar diperpanjang waktu terbukanya pintu KA saat macet total. Kemudian pihaknya juga menegur dan menghimbau kendaraan jangan saling menyerobot sertamenempatkan personil Satlatas dilokasi kemacetan sistim shift.
“Kami berharap pada mudik lebaran tahun mendatang penanganan jalur mudik akan lebih baik lagi dan angka lakalantas serta kemacetan bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkas Kasat Lantas yang baik sekitar satu bulan menjabat ini.












