Lentera-PENDIDIKAN.com, MUARA ENIM-Dalam rangka mendukung program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus membangun dan meningkatkan pengembangan infrastruktur irigasi.Salah satu proyek yang tengah dikembangkan yakni pembangunan Jaringan Irigasi di Ataran Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim Suhermansyah, mengatakan, Selasa (12/5/2026), bahwa pembangunan irigasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat sekaligus membuka peluang pengembangan lahan sawah baru. Dan berdasarkan Detail Engineering Design (DED), kebutuhan anggaran pengembangan irigasi tersebut mencapai sekitar Rp 13 miliar.
“Sementara yang baru teranggarkan pada APBD Kabupaten Muara Enim tahun 2025 sebesar Rp 4 miliar,” ujar Suhermansyah didampingi Sekretaris Iwan Setiawan.
Lanjut, Suhermansyah bahwa secara fisik pekerjaan pembangunan tahap awal tersebut telah selesai 100 persen sesuai kontrak kerja tahun 2025. Dan Pemerintah daerah pun berkomitmen melanjutkan pengembangannya secara bertahap melalui pengusulan anggaran pada tahun berikutnya.
“Untuk kelanjutannya akan kembali kami usulkan pada anggaran tahun 2026 atau 2027,” jelasnya.
Saat ini, kata Suhermansyah, lahan sawah yang telah fungsional di kawasan tersebut mencapai 16,35 hektare. Dengan adanya jaringan irigasi ini, potensi lahan yang bisa dikembangkan mencapai 25 hektare untuk mendukung cetak sawah baru. Sebab selain memperluas area pertanian produktif, pembangunan irigasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam petani.
“Dengan adanya irigasi ini para petani bisa melaksanakan panen sampai 3-4 kali dalam setahun, sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.












