Lentera-PENDIDIKAN.com, MUARA ENIM- Untuk menekan angka kecelakaan terutama dipintu perlintasan sebidang, Direktur portofolio PT Kereta Api Indonesia (PTKAI) I Gede Darmayusa menargetkan paling lama tiga bulan seluruh palang pintu kereta api yang berada di Kabupaten Muara Enim akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Hal tersebut diungkapkannya disela-sela kegiatan peresmian flyover bersama Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan Bupati Muara Enim Ir Hj Sumarni di Kabupaten Muara Enim, Senin, (6/7/2026).
I Gede mengatakan bahwa PT Kereta Api secara teknis akan melakukan pengadaan pengerjaan palang pintu kereta api sebanyak 3000 palang pintu kereta api di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Muara Enim pihaknya menargetkan dalam waktu 3 bulan kedepan pelaksanaan pengadaan palang pintu kereta api di sebidang di wilayah Kabupaten Muara Enim akan rampung.
“Ya, Kita sudah melakukan pengadaan pintu di 3000 titik, dan untuk di Muara Enim kita targetkan 3 bulan kedepan palang pintunya sudah berfungsi,” kata I Gede.
Sebelumnya, I Gede menjelaskan,dalam kegiatan Perjanjian Kerjasama pembangunan flyover di Balai Agung Serasan Sekundang Muara Enim bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkab Muara Enim PT Kereta Api Indonesia di amanatkan merupakan sebagai salah satu projeck strategis Nasional dalam menjaga upaya ketahanan Energi Nasional. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan tersebut kenyamanan masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama bagi PT Kereta Api Indonesia.
” Dari data kami ada sekitar 1600 per lintasan sebidang yang harus kita tangani, dimana 172 perlintasan kita sepakat ditutup karena kecil. Untuk sisanya bis menggunakan flyover atau apalah yang bisa dilakukan penjagaan dulu supaya tidak terjadi kecelakaan yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Lebih jauh I Gede menerangkan, dalam 2 bulan terakhir perlintasan sebidang menjadi sesuatu yang dibicarakan mulai dari rakyat paling bawah sampai tataran paling atas. Bahkan dirinya diperintahkan langsung oleh Presiden untuk menangani masalah pintu perlintasan sebidang itu agar dapat di selesaikan.
“Kalau setiap pintu perlintasan memerlukan waktu sekitar 6 menit, dan jika double track sekitar 12 menit atau rata-rata total waktu sekitar 15 menit. Maka bisa dibayangkan ketidaknyamanan pengguna jalan. Belum jika ditambah produksi batubara dari 50 juta ton menjadi 100 juta ton pertahun, tentu akan memakan waktu lebih lama. Makanya kita belum bisa memenuhinya jika seluruh fly over belum selesai semua,” terang I Gede.
I Gede berharap, dengan selesainya pengerjaan flyover di 5 titik di Kabupaten Muara Enim yang ditargetkan rampung selama 1,5 tahun kedepan, dan pengerjaan palang pintu kereta api di sebidang 3 bulan, maka kenyamanan dan keamanan masyarakat di jalan akan lebih terjamin.
“Kami mohon doa dan dukungannya kepada masyarakat agar pelaksanaan project ini segera selesai dan cepat rampung,” harapnya












