Tanamkan Budaya Aman Berlistrik Sejak Dini, PLN Edukasi 50 Siswa SMKN 2 Bengkulu Utara

Lentera-PENDIDIKAN.com,BENGKULU-Listrik menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari, namun penggunaannya tetap membutuhkan pemahaman yang benar agar aman. Untuk menumbuhkan kesadaran tersebut sejak dini, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Argamakmur menggelar Sosialisasi Manfaat dan Bahaya Listrik bagi 50 siswa SMKN 2 Bengkulu Utara.

Kegiatan ini melibatkan tim K3L dan KAM PLN ULP Argamakmur bersama TL K3L dan KAM PLN UP3 Bengkulu. Melalui penyampaian materi yang interaktif, para siswa dibekali pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan, cara menggunakan listrik dengan aman, serta langkah sederhana untuk menghindari potensi bahaya di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Dalam sesi edukasi, siswa dikenalkan pada berbagai risiko kelistrikan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari korsleting, menyentuh instalasi yang bertegangan, hingga pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan listrik. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang lebih peduli terhadap keselamatan ketika beraktivitas di sekitar instalasi maupun peralatan listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan edukasi keselamatan ketenagalistrikan perlu diperkenalkan sejak usia sekolah karena pengetahuan yang ditanamkan sejak dini dapat membentuk kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.

“Listrik memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita, tetapi harus digunakan dengan cara yang benar dan aman. Karena itu, edukasi kepada pelajar menjadi sangat penting. Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna listrik yang cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Diksi.

Menurut Diksi, pelajar juga memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak budaya keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Pesan keselamatan akan menjadi lebih kuat ketika diteruskan dari sekolah ke rumah. Kami berharap para siswa yang mengikuti kegiatan ini dapat berbagi pengetahuan dengan keluarga dan teman-temannya sehingga budaya aman berlistrik semakin luas,” tambahnya.

Perwakilan Guru SMKN 2 Bengkulu Utara, Fitrianto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan ketenagalistrikan penting untuk menambah wawasan siswa agar tidak hanya memahami manfaat listrik, tetapi juga mengetahui cara memanfaatkannya secara aman.

Manager PLN ULP Argamakmur, Ferry Adrianta Ferdani, mengatakan lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan budaya keselamatan.

“Pemahaman mengenai bahaya listrik sebaiknya dibangun sejak dini. Kami ingin para siswa tidak hanya tahu bahwa listrik sangat bermanfaat, tetapi juga memahami batas aman dalam menggunakannya. Harapannya, kebiasaan aman yang mereka pelajari hari ini bisa diterapkan di rumah dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, edukasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya PLN mendorong masyarakat lebih sadar terhadap risiko kelistrikan di sekitar mereka.

Dari tempat terpisah, Manager PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan perlu dibangun melalui kebiasaan dan pengetahuan yang konsisten.

“Keselamatan bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal kebiasaan. Ketika pelajar sudah terbiasa mengenali potensi bahaya listrik dan tahu apa yang harus dihindari, mereka akan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih peduli terhadap keselamatan. Kami berharap para siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing,” ungkap Teguh.

Salah satu siswa, Ikbal (XII) mengaku kegiatan tersebut membuat dirinya lebih memahami risiko kelistrikan yang sebelumnya kerap dianggap sederhana.

“Selama ini kami tahu listrik itu bermanfaat, tetapi belum terlalu paham apa saja yang harus dihindari. Dari kegiatan ini kami jadi tahu cara menggunakan listrik dengan lebih aman, termasuk menjaga jarak dari jaringan listrik dan lebih berhati-hati dengan instalasi di rumah. Ilmunya sangat bermanfaat dan bisa kami sampaikan juga kepada keluarga,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, PLN ULP Argamakmur berharap pengetahuan yang diterima siswa tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan pemahaman yang lebih baik, budaya aman berlistrik diharapkan dapat tumbuh dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *