Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Bagi Siti Rahmawati (43), udara yang kurang bersahabat bukan perkara sepele. Ketika kualitas udara menurun dan napas mulai terasa sesak, keberadaan tempat yang bisa dituju untuk beristirahat sekaligus memperoleh akses fasilitas pendukung pernapasan menjadi sesuatu yang berarti.
Kini, ruang semacam itu tersedia di Palembang. Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menghadirkan Safe House atau Rumah Perlindungan terhadap Asap sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Berlokasi di Kompleks Pondok Palm Indah Blok E1 Nomor 12A, Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Safe House dilengkapi tempat tidur, tabung oksigen, serta sejumlah peralatan pendukung pernapasan. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu masyarakat tidak mampu yang membutuhkan tempat perlindungan sementara ketika kondisi udara berpotensi mengganggu kesehatan.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi penting terutama bagi kelompok yang lebih sensitif terhadap penurunan kualitas udara, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi pernapasan khusus. Melalui Safe House, YBM PLN UID S2JB ingin memastikan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika keadaan memburuk, tetapi sudah dimulai sebelum masyarakat benar-benar membutuhkan pertolongan.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan kepedulian kesiapan menghadapi risiko menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan.
“Safe House ini kami harapkan menjadi salah satu ruang kesiapsiagaan yang dapat memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan tempat perlindungan sementara akibat kondisi udara yang kurang baik. Inilah semangat zakat para insan PLN, hadir sedekat mungkin dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Diksi.
Bagi Siti, keberadaan fasilitas tersebut memberikan rasa tenang. Ia merasakan sendiri bagaimana perubahan kondisi udara dapat memengaruhi kenyamanan bernapas.
“Alhamdulillah, saya bersyukur ada Safe House ini. Kalau udara sedang kurang baik dan napas terasa sesak, ada tempat yang bisa didatangi dan fasilitas yang bisa membantu. Terima kasih kepada YBM PLN. Semoga tempat ini bisa membantu banyak orang yang membutuhkan,” kata Siti.
Cerita Siti menggambarkan alasan sederhana mengapa fasilitas kesiapsiagaan seperti Safe House diperlukan. Persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan jarak pandang atau aktivitas di luar ruangan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap dampak karhutla tidak berhenti pada upaya penanganan sumber api, tetapi juga perlu menyentuh masyarakat yang berpotensi terpapar dampaknya.
Program Safe House merupakan bagian dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN melalui YBM PLN. Dana yang dihimpun kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk dukungan pada sektor kesehatan.
Melalui Safe House, YBM PLN UID S2JB berharap masyarakat memiliki alternatif ruang perlindungan ketika kondisi udara memburuk. Bagi Siti dan warga lain yang kelak membutuhkan, sebuah tempat tidur, tabung oksigen, dan ruang untuk beristirahat mungkin tampak sederhana. Namun, ketika udara di luar sedang tidak bersahabat, ruang untuk bernapas lebih nyaman dapat menjadi bantuan yang sangat berarti.












