Lentera-PENDIDIKAN.com, MUARA ENIM- Eskalasi perang antara Iran melawan AS-Israel memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dunia, salah satunya bagi jemaah umrah asal Indonesia yang sedang maupun yang akan menjalankan ibadah di Arab Saudi khusunya dan timur tengah pada umumnya.
“Kami (Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Muara Enim) tekah meminta agar jemaah umrah asal Kabupaten Muara Enim untuk menunda pemberangkatannya ke Arab Saudi sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muara Enim H. Muhammad Amin, Lc, MM, Senin (2/3/2026).
Menurut Amin, bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima kabar dari KBIHU apakah masih ada jemaah umrah asal Muara Enim yang berada di Arab Saudi atau tidak. Namun yang jelas sesuai perintah dari Kementerian Haji dan Umrah Pusat, bagi jemaah Indonesia yang akan umroh harus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar di Arab Saudi pasca konflik tersebut.
“Jika jemaah sedang berada di Arab Saudi untuk selalu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar agar bisa selalu mendapatkan update informasi terkini dan selalu berhati-hati sebab kita tidak tahu akan seperti kedepan di timur tengah,” katanya.
Lanjut Amin, bagi jemaah umrah yang dijadwalkan akan berangkat umroh dalam waktu dekat diminta untuk menunda keberangkatannya terutama bagi jemaah umrah Kabupaten Muara Enim sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Lebih baik kita menunda daripada kita terjebak di negeri orang,” jelasnya.
Sedangkan untuk haji, sambung Amin, untuk saat ini tidak terlalu pengaruh karena masih lama dan berjalan seperti biasa seperti manasik haji dan sebagainya. Namun meski masih lama, kita juga tergantung dengan kondisi eskalasi di Timur Tengah. Jika kedepan eskalasi semakin besar bisa jadi akan terdampak dengan pelaksanaan haji tahun ini.
Sementara menurut Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Barokah H. Mukhtar Syahnan Lubis, S.Ag.,M.Pd.I. dengan eskalasi di timur tengah yang memanas saat ini, tentu akan berdampak dengan seluruh KBIHU terutama bagi jemaah umroh.
“Kebetulan saya tidak ada jemaah umroh dibulan puasa ini, tapi dibulan lain ada. Banyak jemaah yang nanya tapi kita tidak bisa jawab sebab kita tidak bisa memprediksi eskalasi tersebut,” ujarnya.
Lanjut Syahnan, untuk jemaah haji yang akan berangkat melalui KBIHU Al-Barkah pada tahun 2026 ini sekitar 150 orang. Untuk saat ini berjalan seperti biasa tetapi tidak tahu kedepan tentu tergantung kebijakan dari pemerintah dan kondisi di Timur Tengah benar-benar kondusif kembali.
