Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Para pedagang di Pasar Inpres Muara Enim menjerit. Pasalnya harga kantong plastik dalam sepekan ini naik yang cukup signifikan sehingga ikut mengurangi keuntungan dalam berdagang.
“Kantong plastik ini bukan naik lagi, tapi sudah pindah harga. Apalagi beberapa harga Sembako mulai naik sejak sebelum Ramadan hingga usai Lebaran. Hampir aktivitas jual beli tidak lepas dari kantin plastik,” tegas salah satu pedagang daging Rostima Siregar.
Dikatakan Rostima, harga kantong plastik sudah mengalami lonjakan cukup signifikan sepekan terakhir. Untuk plastik bening, harga yang sebelumnya berkisar Rp 7.000–Rp 8.000 kini melonjak menjadi Rp 12.000 – Rp13.000 per pak. Sementara plastik Hitam juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi plastik bening, yakni sekitar Rp 1.000 – Rp 2.000.
“Kantong plastik ini kebutuhan wajib bagi kami pedagang. Namun jika harganya tinggi tentu akan mempengaruhi keuntungan kami. Kalau dagingnya kami naikkan nanti susah laku karena untuk menutupi biaya kantong plastik,” keluh Rostima.
Sementara itu menurut Fredi (32), seorang distributor plastik membenarkan jika akhir-akhir ini ada kenaikan harga kantong plastik. Seperti untuk harga plastik Hitam naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 per pak, sedangkan plastik bening meningkat dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000 per pak.
Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi sejak sebelum bulan puasa, namun berlangsung secara bertahap hingga setelah Lebaran. Diduga penyebabnya lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan bahan baku plastik, khususnya biji plastik impor.
“Kalau dari agen, katanya biji plastik impor terdampak situasi perang di Timur Tengah, jadi harga ikut naik,” jelasnya.
Fredi juga mengaku khawatir dengan kondisi ini karena berdampak pada penurunan penjualan. Sebab tingginya harga kantong plastik membuat pedagang mengurangi pembelian, sehingga distribusi ikut tersendat.
“Kami berharap harga kantong plastik dapat segera kembali stabil agar aktivitas perdagangan bisa berjalan normal tanpa tekanan biaya yang tinggi,” pungkasnya.












