Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Sebelum diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Muara Enim Edison masih melakukan aktifitas biasa bahkan sempat memimpin apel bulanan dan meluncurkan program Rumpun Hijau Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau) di Kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/2026).
Dari pengamatan dan informasi dilapangan, Bupati Muara Enim Edison, sekitar pukul 07.30 WIB, memimpin kegiatan apel bulanan sekaligus penyerahan keputusan pensiun PNS Pemkab Muara Enim, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kendaraan ambulance dan mobil toilet dari PT KAI Drive Palembang kepada Bupati Muara Enim di halaman Pemkab Muara Enim.
Lalu pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan kegiatan Kick-off Program RUMPUN HIJAU (Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau) di Kabupaten Muara Enim di ruang rapat Pangripta Nusantara Muara Enim.
Setelah itu, pukul 11.00 WIB, dijadwalkan akan menerima audensi dengan pengurus Wilayah Muslimat NU Sumsel dan Muara Enim di rumah dinas Bupati Muara Enim.
Dan pada saat inilah, diduga KPK mendatangi rumah dinas Bupati Muara Enim dan mengamankan Bupati Muara Enim. Bahkan Bupati sempat mengganti pakaian dari PDH PNS Kuning Kaki dengan setelan Baju kemeja warna Biru lengan panjang dan celana panjang warna Hitam.
Dan selama mengikuti dua kegiatan, situasi masih tenang, bahkan Bupati masih bersemangat untuk di wawancarai masalah kegiatan yang baru dibukanya meski sudah ada isi santer adanya penangkapan stafnya yakni Asisten II Perekonomian dan Pembangunan inisal RK dan Sekretaris Diknas Muara Enim inisial AM. Bahkan awak media sempat berinisiatif menanyakan masalah isu yang berkembang tersebut namun Bupati langsung menolak untuk memberikan keterangan dengan alasan isu tersebut belum jelas.
Dan sekitar pukul 14.00 – 15.00 WIB, para awak media baru mendapatkan informasi jika ada tim APH melakukan penyegelan di kantor Diknas Muara Enim. Mendapatkan Informasi tersebut, langsung meluncur dan ketika tiba dilokasi baru diketahui bahwa tim APH dengan pengawalan Kepolisian tersebut ternyata dari KPK yang dibuktikan dengan kertas segel yang bertuliskan KPK di lima ruangan di Kantor Diknas dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim yakni ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan. Selain itu, tim penyidik KPK, di gedung Kantor Bupati Muara Enim melakukan penyegelan ruang tunggu dan Ruang Kerja Bupati Muara Enim, dan Ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.
Selain itu, Rumah Dinas Bupati Muara Enim juga turut disegel oleh penyidik KPK. Informasi yang beredar menyebutkan Bupati Muara Enim H. Edison turut diamankan di Rumah Dinas sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung dibawa ke Palembang menuju Jakarta.
Dari informasi yang dihimpun, tim penyidik KPK berjumlah belasan tersebut datang ke Muara Enim terbagi dalam dua tim. Mereka menggunakan sejumlah kendaraan, di antaranya Toyota Innova Reborn hitam BG 1781 HJ, Toyota Avanza hitam BG 1762 ZZ, Toyota Avanza putih BG 1967 ZI, serta Toyota Avanza silver BG 1223 AAM. Kedatangan lembaga antirasuah itu turut didampingi pengawalan dari pihak Polres Muara Enim.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim (Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Rusdi Khairullah serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim Abi Nurwardani telah lebih dahulu diamankan oleh KPK.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penyegelan sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab Muara Enim maupun informasi mengenai pihak-pihak yang disebut telah diamankan, serta kasus pengadaan barang dan jasa apa yang menjeratnya.

















