Tukang Ojek Menjerit, Pertalite Kosong Pertamax Naik

Lentera-PENDIDIKAN.com, MUARA ENIM-Masyarakat Muara Enim terutama pengguna kendaraan roda dua yang berprofesi sebagai tukang ojek menjerit. Pasalnya, Pemerintah telah menaikkan harga BBM Pertamax secara diam-diam dan cukup tinggi, tetapi tidak didukung kehandalan ketersediaan BBM Pertalite sehingga sering kosong dan kehabisan stok di SPBU dan menyulitkan masyarakat.

Dari pantauan dan informasi dilapangan, Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIb, di SPBU Talang Jawa Muara Enim, untuk jalur motor BBM jenis Pertalite terlihat kosong dan hanya tersedia di jalur untuk mobil saja. Namun meski dijalur motor kehabisan stok Pertalite petugas SPBU tidak memperbolehkan mengantri di jalur mobil dengan alasan aturan dari Pertamina. Akibatnya pengendara motor terpaksa harus mengantri di jalur Pertamax yang harganya sudah naik drastis.

“Saya benar-benar kaget pas isi Pertamax fuel tank Rp 60 ribu, biasanya Rp 45 ribu. Tidak tahunya harganya sudah naik,” ujar Sarwan (45) dengan nada kesal.

Menurut Sarwan, bahwa profesi sehari-harinya adalah tukang ojek. Dan kebetulan ia sudah banyak pelanggan antaran untuk anak-anak sekolah. Makanya ketika BBM Pertamax naik tentu ia akan beralih ke BBM Pertalite sebab selisihnya cukup besar. Sebab kalau dirinya tetap memaksa mengisi dengan BBM Pertamax tentu akan mengalami kerugian jika ongkos tidak dinaikkan. Namun jika ongkos dinaikkan pasti pelanggan akan berkurang.

“Saya biasanya pakai Pertalite dan hanya sekali-kali pakai Pertamax jika tidak ada Pertalite. Kalau kosong seperti ini terpaksa pakai Pertamax, kalau tidak ada minyak tidak bisa cari nafkah,” tegas ayah tiga anak ini.

Sarwan berharap, jika menyangkut hidup orang banyak seharusnya pemerintah transparan dan jauh-jauh hari diinformasikan ke masyarakat jika ingin dinaikkan, jangan terkesan diam-diam menaikkannya dan dilaksanakan pada malam hari. Kemudian jika Pertamax akan dinaikkan, stok Pertalite harus dijamin ada 1 x 24 jam di SPBU.

Hal senada dikatakan Roni (30) yang juga sebagai tukang ojek, bahwa dengan adanya kenaikan BBM Pertamax ini, dirinya akan beralih ke Pertalite sebab sudah tidak sanggup jika menggunakan Pertamax.

“Kami minta jika menaikkan Pertamax harus siap menjamin stok Pertalite ada terus, jangan sampai kosong. Kalau sering habis kuota bisa ditambah, apalagi kota Muara Enim cuma ada 2 SPBU,” pungkasnya.

Kepala Shift Pengawas SPBU Talang Jawa Muara Enim M Aji Ikzal mengatakan bahwa untuk BBM Pertalite setiap hari biasanya di pasok 8 ton oleh Pertamina, sehingga jika cepat habis karena pasokannya memang sedikit.

“Tidak ada kami menahan apalagi menimbun Pertalite, kalau kami inginnya dapat banyak kuota perlite biar cepat laku. Kami kan jualan, rugi kami menahan-nahan,” ujarnya.

Dikatakan Aji, jatah Pertalite untuk motor tadi malam habisnya, dan kita sudah pesan di depot Kertapati namun sampai pagi ini belum datang. Untuk kendalanya pihaknya tidak tahu.

Mengenai adanya keinginan para pemotor untuk mengisi BBM Pertalite di jalur mobil akibat habis, lanjut Aji, memang dari aturan Pertamina tidak membolehkannya.

“Kalau motor harus dijalur motor begitupun sebaliknya. Kalau habis terpaksa beli Pertamax atau ke SPBU lainnya,” pungkasnya.