Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim terus berupaya meningkatkan keterampilan dan kreativitas warga binaan melalui berbagai program pembinaan.
Salah satunya dengan menggandeng Rumah BUMN Bukit Asam Muara Enim dalam kegiatan Kelas Kreasi Vol.8 yang mengangkat pelatihan pembuatan hiasan dinding macrame sederhana namun bernilai estetis dan ekonomis.
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Muara Enim tersebut menghadirkan tutor Evi Santi dan diikuti dengan antusias oleh para warga binaan yang menjadi peserta pelatihan.
Program kolaborasi ini bertujuan memberikan bekal keterampilan produktif kepada warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selain mengasah kreativitas, pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha mandiri melalui produk kerajinan yang memiliki nilai jual.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan seni kerajinan macrame, yakni teknik merajut tali menggunakan berbagai simpul untuk menghasilkan produk dekorasi interior yang saat ini cukup diminati pasar.
Para peserta mendapatkan bimbingan secara bertahap mulai dari teknik dasar pembuatan simpul hingga proses penyelesaian menjadi hiasan dinding yang menarik.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim Auliya Zulfahmi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan ruang gerak bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan karya yang indah dan bernilai jual. Melalui pelatihan macrame ini, warga binaan diajarkan untuk telaten, fokus, dan mampu menciptakan produk dekorasi yang siap bersaing di pasar luar,” ujar Kalapas, Kamis (11/6/2026).
Menurut Kalapas, keterampilan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kreativitas, tetapi juga sebagai bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi setelah menjalani masa pembinaan.
Program Kelas Kreasi Vol.8 juga memberikan berbagai manfaat positif bagi peserta.
Selain mengenalkan keterampilan baru yang sedang populer di masyarakat, aktivitas merajut simpul dalam kerajinan macrame dinilai mampu melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, serta memberikan efek psikologis yang menenangkan.
Lebih jauh, hasil karya yang dihasilkan memiliki potensi pasar yang cukup luas sehingga dapat menjadi modal usaha bagi warga binaan ketika kembali ke lingkungan sosialnya.
Melalui sinergi antara Lapas Muara Enim dan Rumah BUMN Bukit Asam Muara Enim, diharapkan program pembinaan keterampilan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih produktif dan mandiri.
