Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM- Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen penuh akan mendorong mengoptimalkan keberadaan 256 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berbadan hukum resmi menjadi pusat ekonomi baru di tingkat desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Hal ini ditegaskan ditegaskan Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si. saat membuka Sarasehan Nasional Hari Koperasi Nasional Ke-79 di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Muara Enim, Jumat (10/7/2026). Kegiatan strategis yang bertema “Bedah Tuntas Peluang dan Prospek Koperasi Merah Putih” yang menghadirkan Staf Khusus Kementerian Koperasi RI, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., sebagai narasumber utama, Anggota DPR RI Dapil Sumsel II sekaligus Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumsel, Dr. H. M. Giri Ramanda N. Kiemas, S.E., M.M., yang hadir didampingi oleh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumsel, Ayu Nur Suri, S.E., A.K.
Plt. Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan bahwa Kabupaten Muara Enim akan mempunyai 256 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berbadan hukum resmi yang terdiri dari 246 Koperasi Desa dan 10 Koperasi Kelurahan yang mana saat ini 29 gedung koperasi sudah selesai dan 227 masih dalam proses pembangunan.
Lanjut Sumarni, atas hal tersebut Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyatakan kesiapan penuh mengawal suksesnya program nasional pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di Indonesia, khususnya 3.144 unit di Provinsi Sumatera Selatan.
“Saya sudah menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pembinaan, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan secara berkelanjutan guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia koperasi agar lebih profesional, akuntabel, dan berdaya saing tinggi,” tegas Sumarni.
Lebih lanjut, Sumarni mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga mendorong KDKMP menjadi mitra strategis melalui penguatan kemitraan usaha serta pemanfaatan produk dan jasanya dalam memenuhi kebutuhan belanja pemerintah daerah secara bertahap. Koperasi-koperasi di Bumi Serasan Sekundang ini diproyeksikan bertransformasi secara modern dengan mengelola unit usaha riil, seperti Mini Mart Desa, Apotek Desa, Gudang Pupuk dan Sarana Pertanian, Unit Simpan Pinjam, hingga integrasi platform E-commerce Desa.
Untuk memastikan ekosistem ini berjalan berkesinambungan, Sumarni, mengajak jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk bersinergi membangun ruang tumbuh bagi koperasi di daerah. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan dapat memberikan dukungan konkret berupa kemudahan akses permodalan, pelatihan manajerial, percepatan digitalisasi tata kelola, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas. Langkah ini penting agar koperasi tidak hanya berdiri di atas kertas, melainkan benar-benar hidup menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan yang rill di tingkat desa.
Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Koperasi RI Ambar Pertiwiningrum, dalam paparannya mengapresiasi akselerasi cepat Kabupaten Muara Enim dalam merespons kebijakan pusat. Beliau menekankan bahwa konsep Koperasi Merah Putih merupakan tonggak baru nasional untuk menegaskan kembali khittah koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berkarakter gotong royong. Kehadiran program strategis ini ditargetkan mampu mencetak kelembagaan yang sehat, akuntabel, serta adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital di era modern saat ini.
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumsel, Giri Ramanda N. Kiemas, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas sinergi legislatif yang berkomitmen penuh mengawal regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pemberdayaan koperasi dan UMKM, khususnya dalam memastikan 256 Koperasi Merah Putih di Muara Enim mendapatkan stimulus yang optimal.
“Penyelarasan langkah antara eksekutif dan legislatif menjadi energi utama untuk memastikan koperasi di Kabupaten Muara Enim sukses menjadi percontohan nomor satu di Sumatera Selatan,” tegas Giri.
Masih dikatakan Giri, melalui pelaksanaan sarasehan nasional ini, seluruh pemangku kepentingan optimistis bahwa Koperasi Merah Putih akan membawa peluang besar bagi kebangkitan ekonomi daerah. Dengan gotong royong antara pemerintah, legislatif, dan pengurus koperasi, konsep baru ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri. Momentum emas ini menjadi langkah awal yang kokoh dari Balai Agung Serasan Sekundang untuk membawa ekonomi bangkit, sehingga masyarakat Muara Enim tumbuh lebih sejahtera, maju, dan berkelanjutan.
