Dua Karhutla Terjadi dalam Sehari, 4 Hektare Lahan Terbakar

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dua kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam sehari di wilayah Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. Sebanyak lebih kurang empat hektare lahan terbakar dalam dua kejadian tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim Abdurrozieq Putra, mengatakan dua kejadian karhutla tersebut masing-masing terjadi di Kelurahan Muara Enim dan Kelurahan Pasar 1. Tim BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) serta unsur terkait langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan.

“Pada Minggu (9/8) kemarin terjadi dua kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Muara Enim. Alhamdulillah, kedua lokasi sudah berhasil dipadamkan,” ujar Rozieq, Senin 10 Agustus 2026.

Rozieq menerangkan, kebakaran pertama terjadi di Kelurahan Muara Enim sekitar pukul 16.00 WIB. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare, meliputi lahan kebun sawit milik warga serta kawasan yang berada di perbatasan perusahaan.

“Dari sekitar tiga hektare lahan yang terbakar, satu hektare milik petani. Sementara dua hektare lainnya berada di kawasan perbatasan PT DBU dan PT BTW,” terangnya.

Rozieq mengatakan bahwa, BPBD menerima laporan kejadian tersebut dari Kepala Dusun Trans Sosial, Kecamatan Muara Enim. Setelah menerima laporan, personel BPBD Posko Induk bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar enam kilometer dari posko.

“Petugas bersama Damkar melakukan pengecekan langsung sekaligus pemadaman di lokasi,” katanya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil pemadam R6, satu nozzle dan tiga roll selang Machino. Damkar turut mengerahkan satu unit mobil pemadam, satu nozzle dan dua roll selang Machino.

Sementara kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 18.40 WIB di sekitar area pos pantau Satlantas Muara Enim, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Muara Enim.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas satu hektare dan seluruh area terdampak berhasil dipadamkan oleh petugas.

“Tim BPBD kemudian bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar empat kilometer dari posko induk,” jelasnya.

Dalam penanganan kedua kejadian tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Damkar dan melibatkan Babinkamtibmas, Babinsa serta perangkat pemerintahan setempat.

“Untuk kedua kejadian tersebut, penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujar

Selain melakukan pemadaman dan groundcheck, petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Rozieq mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu api meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Jika melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.