Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Patroli gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Muara Enim melakukan pengecekan titik panas terutama di area Perkebunan di wilayah hukum Polsek Rambang, Kabupaten Muara Enim, Minggu (30/8/2026).
Patroli dipimpin oleh Pamatwil Kabag Log Polres Muara Enim Kompol Al Busro, S.Sos. dan Kasiwas Polres Muara Enim AKP Dharma Bakti, didampingi langsung Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, ST MSi MH, PS. Kasikum Polres Muara Enim IPTU Yulisman, Bhabinsa dari Koramil 404‑08/Rambang Lubai, serta perwakilan karyawan PT. MHP dan PT. EPA.
Tim menyisir 13 desa di wilayah hukum Polsek Rambang, serta melakukan pengecekan khusus di kawasan perkebunan milik PT. MHP dan PT. EPA.
“Kegiatan ini dilakukan karena masih ditemukan lahan dan kebun, baik milik masyarakat maupun perusahaan yang terbakar, sehingga menimbulkan kabut asap dan berisiko menyebabkan gangguan pernapasan serta penyakit ISPA di tengah masyarakat. Selama patroli, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan titik api aktif,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata.
Kapolsek Rambang mengatakan bahwa patroli gabungan ini menjadi langkah nyata pengawasan dini sebelum api berkembang lebih besar dan merugikan banyak pihak. Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak perusahaan perkebunan, untuk tidak melakukan pembakaran lahan sekecil apa pun, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau asap yang mencurigakan.
“Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar wilayah Rambang terbebas dari bencana Karhutla,” ucap Kapolsek IPTU Zulkarnain.
Lebih lanjut, Kapolsek juga menegaskan bahwa pembakaran lahan dapat dikenakan sanksi hukum yang berat, dan pihak kepolisian tidak akan segan menindak tegas pelanggar, baik perorangan maupun korporasi.
Kapolsek berharap, kesadaran untuk menjaga lingkungan tumbuh dari setiap pihak, sehingga udara tetap bersih, kesehatan masyarakat terjaga, dan terhindar dari kerugian akibat kebakaran. Dan pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat patroli, pemantauan titik panas, serta sosialisasi pencegahan Karhutla hingga kondisi udara kembali bersih dan aman.
