Tak Sekadar Datang, Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Turun ke Fire Spot, Edukasi Warga Tanjung Agung Cegah Karhutla

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Tak Sekadar Datang, Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Turun ke Fire Spot, Edukasi Warga Tanjung Agung Cegah KarhutlaMUARA ENIM – Kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dengan imbauan. Pesan pencegahan harus hadir langsung di tengah masyarakat, bahkan sampai ke lokasi yang pernah menjadi titik kebakaran.

Semangat tersebut ditunjukkan Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 saat melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (12/9/2026).

Dipimpin Ketua Tim Serdik Billy Gustiano Barman, S.I.K., M.H. bersama sembilan Serdik lainnya, kegiatan diawali di Desa Tanjung Lalang dengan membangun komunikasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, petugas pemadam kebakaran, Linmas serta masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi. Para Serdik juga berdiskusi mengenai ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak Karhutla, sekaligus mendorong koordinasi lintas sektor agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi kondisi darurat akibat kebakaran.

Selanjutnya, Tim Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 Tahun 2026 bersama jajaran terkait turun langsung meninjau lokasi Karhutla (fire spot) di wilayah Kecamatan Tanjung Agung.

Di lokasi tersebut, edukasi disampaikan secara langsung kepada masyarakat. Warga diajak memahami bahwa kondisi cuaca kering dapat memperbesar risiko kebakaran, sehingga tindakan yang tampak sederhana seperti membakar semak, membersihkan kebun dengan api, maupun membuang puntung rokok sembarangan dapat menjadi awal dari bencana yang lebih besar.

Pesan yang disampaikan pun tegas: jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada sanksi pidana, denda, gugatan perdata maupun sanksi administratif, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanjung Agung Iptu Roland K.S. Baemamenteng, S.Tr.K., M.Si., mengatakan bahwa peninjauan fire spot menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Karhutla bukan persoalan yang jauh dari kehidupan kita. Ketika api muncul, dampaknya bisa dirasakan bersama. Karena itu, pencegahan harus dimulai sebelum api muncul, dengan menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Iptu Roland.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, pemadam kebakaran dan seluruh unsur terkait sangat dibutuhkan untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi Karhutla.

“Kami mengajak masyarakat menjadi mata dan telinga di lingkungannya. Jika menemukan titik api atau melihat adanya potensi Karhutla, segera laporkan kepada kepolisian, pemerintah kecamatan atau pemerintah desa. Jangan menunggu api membesar,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tanjung Agung Cholid Tri Aquarian, S.STP., M.Si., Danramil 404-05/TE Kapten Inf. Kamalludin, Kasat Binmas Polres Muara Enim AKP M. Sitompul beserta personel, Kepala UPTD Damkar Tanjung Agung Budi Indah Wijaya, S.H., Kepala Desa Tanjung Lalang, Linmas serta masyarakat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang menyampaikan bahwa edukasi Karhutla harus terus diperkuat dengan pendekatan yang menyentuh masyarakat secara langsung.

“Karhutla bukan hanya tentang api dan asap. Di baliknya ada lingkungan yang rusak, aktivitas masyarakat yang terganggu, kesehatan yang terancam dan kehidupan sosial ekonomi yang ikut terdampak. Karena itu, mencegah Karhutla adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama dan terhadap generasi yang akan datang,” ungkapnya.