Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Muara Enim terus dilakukan secara intensif. Polres Muara Enim kembali mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman Karhutla di Dusun 3 Sidomulyo, Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel.
Kegiatan pemadaman tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Herry Widodo, SH, didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Muara Enim, Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, SH, personel BKO Polair, anggota Polsek Gelumbang, serta unsur pemerintahan desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang, menyampaikan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, terutama mengingat kondisi lahan yang sebagian merupakan semak belukar, rawa serta tanah gambut yang berpotensi membuat api kembali muncul.
“Polres Muara Enim terus melakukan penanganan Karhutla secara cepat, terukur dan terkoordinasi bersama seluruh unsur terkait. Pemadaman tidak hanya dilakukan dengan penyemprotan air, tetapi juga menggunakan Formula X-Fire 02 Slog Polri pada titik yang menjadi sasaran pemadaman,”ujar Kasi Humas AKP Situmorang, Minggu (27/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Kasi Humas, petugas memanfaatkan 100 liter Formula X-Fire 02 Slog Polri, yang terdiri dari lima jerigen berukuran 20 liter. Formula tersebut kemudian dicampurkan dengan sekitar 400 liter air di dalam tandon dan diaduk secara merata sebelum digunakan untuk penyemprotan menggunakan mesin alkon. Penyemprotan dilakukan pada areal yang terbakar dengan sasaran sekitar 20 meter x 20 meter.
“Untuk mendukung proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan tiga unit mobil suplai air milik perusahaan dengan kapasitas sekitar 5.000–8.000 liter per unit. Secara keseluruhan, penyemprotan air dilakukan berulang dengan dukungan sekitar 40.000 liter air,” jelas Kasi Humas.
Lanjut Kasi Humas, adapun luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 6 hektare, terdiri dari lahan semak belukar dan rawa dengan kondisi tanah gambut, termasuk sekitar 2 hektare kebun sawit milik masyarakat.
“Meski pemadaman pada Sabtu sore berjalan lancar dan kondusif hingga sekitar pukul 16.00 WIB, petugas tetap melakukan pemantauan sebab kondisi lahan gambut dengan hembusan angin menjadi faktor yang dapat menyebabkan api kembali muncul, sehingga penanganan akan terus dilakukan apabila masih ditemukan titik api atau hotspot,” jelasnya.
“Polri bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, MPA, perusahaan dan masyarakat akan terus bersinergi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas AKP RTM. Situmorang.
Dijelaskan Kasi Humas, Polres Muara Enim menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Deteksi dini, respons cepat dan sinergi seluruh elemen menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan melindungi lingkungan serta masyarakat.
