Mayat Laki-laki Ditemukan Membusuk, Diduga Korban Pembunuhan

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Warga Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, mendadak geger. Pasalnya, warga menemukan mayat laki-laki yang telah membusuk dan sudah mulai mengering di dalam semak belukar di Dusun 1 Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat tersebut setelah di selidiki dan di identifikasi berinisial AM (15), warga Dusun 1 Desa Suka Jaya, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten MuaraEnim.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra nelalui Kasi Humas Kompol RTM Situmorang, mengatakan penemuan mayat tersebut
secara tidak sengaja ditemukan pertama kali oleh saksi Nopandi (31) dan Willi Sandi (30) hendak pergi kekebun karet menggunakan motor dilahan perkebunan yang disudah tak terurus. Saat itu, saksi menghentikan kendaraannya karena ingin buang air kecil.

“Ketika saksi buang air kecil ia mencium aroma tidak sedap dan mencari sumber bau tersebut,” ujar Kompol RTM Situmorang, Senin (5/10/2026).

Tak lama kemudian, lanjut Kasi Humas, keduanya melihat langsung mayat manusia yang dalam keadaan membusuk dan sudah mengering. Melihat hal tersebut keduanya kembali pulang kearah Desa Bitis dan melaporkan kejadian tersebut kepada saksi Deni dan Kepala Desa Bitis Hengki.

Kemudian kepala desa dan perangkat dan masyarakat secara bersama-sama memastikan penemuan mayat tersebut dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gelumbang.

“Begitu dapat laporan jajaran Polsek Gelumbang langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa bitis dan Desa Suka Jaya serta Rumah Sakit Umum Gelumbamg untuk membawa kerumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilalukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Kasi Humas, pihak keluarga korban pada hari Sabtu 26 September 2026 telah melaporkan kejadian orang hilang ke Mapolsek Gelumbang. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena tindak pidana kejahatan sebab kondisi mayat korban ketika ditemukan dalam keadaan tanpa kepala dan sepeda motor korban hilang.