Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muara Enim memastikan pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tetap diberikan secara gratis di seluruh puskesmas di Kabupaten Muara Enim.
Kebijakan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan Nomor 440/6713/DISKES/2026 tanggal 2 Oktober 2026 tentang Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Penyediaan Layanan Pengobatan Gratis bagi Penderita ISPA di Puskesmas se-Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr Eni Zatila MKM, mengatakan pelayanan kesehatan di puskesmas tetap diberikan secara gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim, khususnya warga yang mengalami ISPA maupun gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap karhutla. “Pelayanan di puskesmas tetap gratis untuk seluruh warga Kabupaten Muara Enim,” ujar Eni, Senin (5/10/2026).
Lanjut Eni, kemudahan akses pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla.
Dijelaskan Eni, dari data Dinkes Kabupaten Muara Enim, sepanjang September 2026 tercatat sebanyak 2.678 kasus ISPA di seluruh puskesmas.
Kasus ISPA tertinggi tercatat di Puskesmas Muara Enim sebanyak 524 kasus, disusul Puskesmas Gelumbang 255 kasus, Puskesmas Tanjung Enim 239 kasus, Puskesmas Beringin 183 kasus, Puskesmas Teluk Lubuk 161 kasus, dan Puskesmas Kelekar 158 kasus.
Sedangkan kasus ISPA yang tercatat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Muara Enim selama September 2026 mencapai 959 kasus.
“Adapun rinciannya, RS Bukit Asam Medika mencatat 638 kasus, RS Karunia Indah Medika 96 kasus, RS Trijaya 108 kasus, RSUD dr. H. M. Rabain 72 kasus, RSUD Lubai Ulu 41 kasus, serta RSUD Semende Darat Laut sebanyak 4 kasus sehingga l total kasus ISPA yang tercatat di puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Muara Enim selama September 2026 mencapai 3.637 kasus,” bebernya.
Dikatakan Eni bahwa ada tiga wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi yakni Kecamatan Muara Enim, Tanjung Enim dan Gelumbang. Namun, tingginya kasus ISPA tersebut tidak serta-merta disebabkan oleh karhutla.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla, Dinkes Muara Enim juga telah mendirikan posko kesehatan di dua lokasi yang berada di wilayah dengan titik api karhutla terbanyak
“Muara Enim, Tanjung Enim dan Gelumbang menjadi tiga kecamatan dengan kasus ISPA tertinggi, tapi bukan disebabkan oleh karhutla. Karena titik api karhutla hanya di Kecamatan Gelumbang,” jelasnya.
Saat ini, kata Eni, pihaknya juga mendirikan posko di dua lokasi paling banyak titik api karhutla, yaitu Posko Gumay dan Posko Teluk Limau Kecamatan Gelumbang. Selain pelayanan kesehatan gratis, fasilitas kesehatan di wilayah terdampak karhutla juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan ketersediaan logistik kesehatan seperti masker medis maupun N95, oksigen, nebulizer, obat-obatan untuk gangguan pernapasan, serta vitamin.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak kabut asap dapat memperoleh penanganan secara cepat. Sementara pasien ISPA dengan kondisi berat maupun kelompok rentan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan diarahkan melalui sistem rujukan ke rumah sakit.
Dinkes Muara Enim juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, atau gangguan pernapasan lainnya, terutama ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.
“Masyarakat juga diingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara tidak sehat serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Eni.
