Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pemkab Muara Enim berharap pengerjaan fisik empat flyover tersebut dapat segera dimulai dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2027. Pasalnya, kehadiran infrastruktur tersebut dinilai sangat mendesak demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengurai kemacetan akibat tingginya frekuensi perlintasan kereta api logistic di Bumi Serasan Sekundang.
Hal tersebut diungkapkan Plt. Bupati Muara Enim, Hj. Sumarni, didepan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam rapat Progres Percepatan Pembangunan Flyover di Kabupaten Muara Enim di Griya Agung Palembang, Kamis (8/10/2026).
Dalam rapat tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan PT KAI, PT Bukit Asam, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), ATR/BPN, hingga konsorsium pengusaha batubara Sumatera Selatan. Pelibatan lintas sektor tersebut dilakukan untuk menyelaraskan langkah serta mempercepat sinergitas antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur transportasi publik.
Dalam rapat tersebut juga untuk memastikan kesiapan lahan serta kelancaran Dokumen Persiapan Pengadaan Tanah (DPPT) pada titik-titik perlintasan sebidang kereta api di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Dalam pemaparannya, Plt Bupati Muara Enim Sumarni menjelaskan perkembangan pembangunan Flyover Ujan Mas (JPL 111) dan Flyover Gunung Megang 1 (JPL 104) telah menunjukkan kemajuan signifikan, di mana tahapan finalisasi serta penyelesaian DPPT masing-masing ditangani oleh PT KAI.
“Saat ini, untuk Flyover Gunung Megang 2 (JPL 106) masih menunggu kesepakatan antara PT KAI dan asosiasi pengusaha batubara, serta Flyover Simpang Belimbing (JPL 99) dalam tahap penunjukan konsultan penyusun DPPT oleh PT Bukit Asam,” ungkapnya.
Sumarni menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Selatan beserta seluruh BUMN dan konsorsium pengusaha yang terus berkomitmen mendukung percepatan proyek vital ini. Sebab kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar kendala administratif dan teknis di lapangan dapat terselesaikan dengan cepat.
Dirinya berharap agar seluruh proses penyusunan DPPT dan pembebasan lahan dapat tuntas sesuai target, sehingga pengerjaan fisik empat flyover tersebut dapat segera dimulai dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2027.
“Kehadiran infrastruktur ini dinilai sangat mendesak demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengurai kemacetan akibat tingginya frekuensi perlintasan kereta api logistic di wilayah Muara Enim,” jelasnya.
Sementara Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan keberhasilan percepatan pembangunan infrastruktur ini sangat bergantung pada kerja kolaboratif seluruh pihak.
Untuk itu, Ia menekankan agar penyelesaian berkas administrasi dan DPPT dapat segera dituntaskan secara cermat dan tepat tanpa menghambat operasional di lapangan, sehingga solusi permanen atas permasalahan kemacetan perlintasan kereta api di Muara Enim dapat segera dirasakan oleh masyarakat.














