BPS Catat Kemiskinan Muba Turun Jadi 9,07 Persen, Terendah dalam Lima Tahun Terakhir

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Kabar positif datang dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Bumi Serasan Sekate turun menjadi 9,07 persen pada 2026. Angka tersebut berkurang 0,90 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Diketahui, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 yang dirilis BPS Muba pada 9 Oktober 2026, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 64,09 ribu jiwa. Jumlah ini berkurang sekitar 5.517 jiwa dibandingkan 2025 yang mencapai 69,61 ribu jiwa.

Penurunan tersebut melanjutkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, persentase penduduk miskin Muba masih berada di angka 15,19 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 14,90 persen pada 2023, 12,88 persen pada 2024, 9,97 persen pada 2025, hingga mencapai 9,07 persen pada 2026.

Kepala BPS Muba Nugraha Pukuh, SST., M.E.K.K., merinci, melalui data statistik kemiskinan menunjukkan bahwa perbaikan tidak hanya terlihat dari penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin, tetapi juga dari indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan.

“Indeks kedalaman kemiskinan (P1) turun dari 1,49 pada 2025 menjadi 0,88 pada 2026. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan (P2) turun dari 0,38 menjadi 0,12. Perubahan ini menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin kecil dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin turut menurun,” urainya.

Capaian tersebut menempatkan Muba pada posisi yang lebih baik dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Selatan. Persentase kemiskinan Muba sebesar 9,07 persen berada 0,43 poin persentase di bawah angka provinsi yang mencapai 9,50 persen. Muba juga menempati urutan kedelapan terendah dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet, SH, terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program penanggulangan kemiskinan. Intervensi pemerintah daerah mencakup pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, peningkatan pendapatan, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan ketepatan sasaran bantuan sosial.

“Program tersebut antara lain dilaksanakan melalui operasi pasar murah, Gerakan Pangan Murah, bantuan pangan, bantuan tunai, dukungan jaminan kesehatan, Program Keluarga Maju (PKM), pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan kerja, dan penguatan sektor pertanian,” jelas Bupati Muba HM Toha Tohet SH.

Ia menambahkan, Pemkab Muba juga melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), verifikasi penerima bantuan iuran jaminan kesehatan, serta pemetaan kerentanan pangan untuk mendukung penyaluran program yang lebih tepat sasaran.

“Meski demikian, penurunan angka kemiskinan tetap membutuhkan perhatian berkelanjutan. Data BPS mencatat masih terdapat sekitar 64 ribu penduduk Muba yang berada di bawah garis kemiskinan,” tandasnya.