Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Masyarakat Muara Enim dan sekitarnya terutama para pemilik kendaraan jenis Solar mengeluh. Pasalnya, demi mendapatkan BBM Solar mereka harus antre berjam-jam sehingga terpaksa tidak bekerja dan tidak mencari nafkah.
“Saya sudah antri BBM Solar dari pukul 06.00 WIB, hingga pukul 14.30 WIB masih ngantri belum dapat BBM dan izin tidak kerja hari ini,” tegas Wawan (40) warga Muara Enim dengan nada kesal di SPBU Kepur Muara Enim, Jumat (29/5/2026).
Menurut salah satu konsumen Wawan, bahwa awalnya ia mau membeli BBM Solar pada hari Kamis (28/5), namun ketika ke SPBU Kepur ternyata kosong. Kemudian ia kembali ingin membeli BBM Solar pada hari ini (29/5), dan sudah mengantri dari pukul 06.00 WIB dengan harapan cepat dapat dan bisa langsung bekerja. Tetapi kenyataannya hingga siang masih mengantri.
“Tadi saya tanya ke petugas SPBU, katanya nozelnya rusak satu sehingga cuma satu nozel yang berfungsi sehingga antrian semakin lama mengantri. Kalau sebelumnya dilayani dengan dua nozel,” ujar Wawan.
Akibat kerusakan nozel dan gangguan teknis lainnya, lanjut Wawan, menyebabkan masyarakat yang biasanya mengantri 2-3 jam, sekarang menjadi 7-8 jam bahkan lebih. Dan ini tentu sangat merugikan konsumen karena gara-gara mengantri BBM praktis tidak bisa bekerja atau mencari nafkah sebab terjebak dalam antrian.
“Kalau kita tidak mengantri kita tidak dapat minyak. Kami heran mengapa tambah sulit, harusnya Muara Enim daerah lumbung energi ada keistimewaan jangan dipersulit. Ini seperti ayam mati dilumbung padi,” tegasnya.
Ditambahkan Wawan, kota Muara Enim ini, cuma ada dua SPBU, namun yang menjual BBM Solar hanya ada di satu SPBU yang harus melayani masyarakat kota Muara Enim dan kota Tanjung Enim yang jumlahnya ratusan ribu jiwa.
“Jadi sangat tidak masuk akal. Tolong kepada Pertamina atau Pemerintah ditambah jumlah SPBU dan pasokannya. Bandingkan dengan kota Prabumulih, itu ada empat SPBU,” ujarnya.
Sementara itu ketika di konfirmasi ke pengurus SPBU Kepur Agus, membenarkan jika penyebab antrian panjang dan lama akibat adanya kerusakan teknis di salah satu nozel BBM Solar. Akibat kerusakan tersebut terpaksa petugas hanya bisa mengoperasikan satu nozel secara bergantian yang sebelumnya bisa dua nozel.
“Kita sudah berusaha melakukan perbaikan dan berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk memperbaiki fungsi nozel saat ini,” ujar Agus.
Ketika ditanya seberapa banyak BBM Solar yang tersedia, Agus mengatakan bahwa setiap hari mereka di pasok dari Pertamina sebanyak 8 ton perhari. Mengenai masalah kemarin (Kamis,red) pihaknya tidak berjualan BBM Solar karena memang tidak dipasok dari Pertamina.
“Kita akan jual terus sampai habis jika ada pasokan. Kalau 8 ton pasti antriannya banyak,” pungkasnya.
