Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Diduga ditiup angin kencang dan terkena proyek siring sebuah pohon Mangga berdiameter pohon kelapa tiba-tiba roboh. Akibatnya, seorang pengendara motor (Pemotor) nyaris celaka tertimpa pohon dan membuat ratusan pelanggan PLN gelap gulita serta jalan ditutup total untuk evakuasi, di samping Rumah Makan Minang (Sambal Bakar Mbok Galak)Jalan Angkatan 45, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun, dilokasi kejadian sedang ada pengerjaan proyek siring milik Pemkab Muara Enim oleh PT Dana Dipa Cipta Konstruksi. Dimana, dalam pengerjaan tersebut mengenai salah satu akan pohon Mangga. Dan pada saat kejadian ada angin kencang sehingga menyebabkan pohon Mangga yang berukuran pohon Kelapa tersebut tiba-tiba roboh ke badan jalan sehingga salah satu rantingnya mengenai salah seorang pengendara motor hingga terjatuh namun cepat diselamatkan warga dan para pekerja.
“Tadi memang ada pelajar yang terkena pohon dan terjatuh. Tadi sempat dibawa ke rumah sakit tetapi sepertinya tidak apa-apa dan shock saja. Motornya rusak sedikit dan diamankan di samping rumah makan,” kata salah seorang warga yang melintas.
Menurut Erwan (39) pemilik Apotik Al Fatih, bahwa pada saat kejadian kebetulan dirinya sedang tidak berada di toko, hanya ada istri dan anaknya. Dan akibat kejadian tersebut, jaringan listrik dan meterannya rusak sehingga rumahnya gelap gulita. Selain itu juga, akibat pekerjaan proyek siring tersebut pipa PDAM ke rumahnya putus sehingga sudah dua hari rumahnya krisis air bersih dan papan nama tokonya rusak.
“Saya merasa dirugikan dan tentu yang merusaknya harus diperbaiki seperti semula,” ujarnya.
Lanjut Erwandi, sebelum kejadian istrinya yang berada dirumah hanya mendengar suara gemuruh yang dikiranya suara geledek sebab angin kencang dan memang sepertinya mau hujan. Dan ketika dilihatnya ternyata ada pohon Mangga yang roboh ke jalan.
Menanggapi hal tersebut pengawas PT Dana Dipa Cipta Konstruksi Rizal Pangaribuan, membenarkan jika pihaknya sedang mengerjakan proyek siring dilokasi tersebut. Kemudian tiba-tiba ada angin kencang sehingga membuat satu batang pohon Mangga Roboh dan menimpa jaringan listrik hingga padam.
“Ini kejadian force majeure, dan kita siap melakukan perbaikan maupun ganti rugi atas kerusakan dari pekerjaan proyek tersebut,” ujarnya.
Lanjut Rizal, bahwa pihaknya setiap bekerja sudah seoptimal mungkin sesuai SOP dan memperhatikan K3. Namun meski sudah berusaha namun ternyata diluar kemampuan kita dengan kejadian force majeure tersebut.
Sementara itu Didin Oktario petugas dari PLN ULP Muara Enim mengatakan bahwa akibat pohon tumbang tersebut telah menyebabkan putusnya jaringan listrik dan merusak satu tiang listrik. Akibatnya sekitar 200 pelanggan harus terhenti aliran listriknya.
“Kami akan berupaya melakukan perbaikan secepatnya, setidaknya malam ini pelanggan bisa menikmati aliran listrik kembali,” harapnya.











