Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Sebagai upaya untuk menggali potensi peserta didiknya, puluhan siswa Sekolah Luar Biasa Negeri ( SLBN) Muara Enim diberikan pelatihan membuat papan bunga dan eco print di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Muara Enim, Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Muara Enim Edison didampingi Ketua PKK Muara Enim, Kepala Dinas PPPA Vivi Mariani, Asisten Manager Operasi PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Bukit Asam Fachmi Wibowo, para guru dan siswa SLBN Muara Enim. Pada kesempatan tersebut, juga meninjau langsung hasil karya siswa berupa papan bunga dan kreasi toothbag yang memanfaatkan daun serta tanaman lokal untuk dibuat keterampilan ecoprint.
“Kegiatan ini terlaksana adanya kolaborasi antara Dinas PPPA Kabupaten Muara Enim dengan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Bukit Asam,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kepada PT.PLN Nusantara Power Bukit Asam yang telah menginisiasi program pelatihan kreatif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dan semoga komitmen ini terus berlanjut sehingga akan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian lulusan SLB.
“Saya ucapkan terima kasih juga kepada para guru SLBN yang dengan sabar dan ikhlas mendidik anak-anak berkebutuhan khusus karena ini adalah anak-anak Muara Enim,” ujarnya.
Bupati berharap meski lulusan SLB namun dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat sehingga mampu berdaya saing di masyarakat bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan.
Selain itu, Bupati meminta pihak sekolah untuk rutin menghadirkan psikolog agar siswa dan orangtua mendapatkan pendampingan mental yang memadai bagi pertumbuhan anak-anak. Asman Operasi PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Bukit Asam Fachmi Wibowo, bahwa pihaknya sengaja untuk CSR-nya memilih SLB bila dibandingkan dengan sekolah umum lainnya, sebab selama ini SLB kurang dilirik, padahal meski berkebutuhan khusus (kekurangan) tentu disisi lain mereka tentu mempunyai kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh orang normal.
“Sekarang kita coba keterampilan yang gampang seperti membuat papan bunga. Dan ternyata tadi banyak yang mampu. Dan ini adalah tanggungjawab bersama,” ujarnya.
Kedepan, lanjut Fachmi, tentunya pihaknya berharap keterampilan ini akan menjadi modal mereka setelah menamatkan pendidikannya di SLBN Muara Enim. Dan kita berkomitmen akan terus berupaya mencarikan hal-hal yang bisa diterapkan untuk mereka yang nantinya akan menjadi bekal untuk masa depan mereka.
“Nanti kita coba memanfaatkan produk-produk mereka setiap ada acara, selain untuk membantu mereka juga melatih mereka berusaha,” harapnya.
Sementara itu Kepsek SLBN Muara Enim Dona Anggraini, mengatakan bahwa ada tiga kegiatan yang kita laksanakan yakni seni merangkai bunga (Papan ucapan), kreasi toothbag (ecoprint) dan konseling psikolog.
Lanjut Dona, adapun siswa SLBN Muara Enim berjumlah 87 orang, mulai dari tongkat SD, SLTP dan SLTA. Dan meskipun dibawah naungan Dinas Pendidikan Sumsel, namun perhatian Pemkab Muara Enim seperti saat ini cukup besar untuk membantu dan mencerdaskan anak-anak SLB.
“Secara umum mereka mempunyai kekurangan, namun mereka juga bisa focus dalam hal-hal tertentu. Ini yang kita coba tonjolkan untuk mengasah keterampilan mereka,” ujarnya.
Pihaknya berharap, setelah diberikan pengetahuan dan keterampilan hidup (life skill) akan mampu mereka kembangkan dan berguna bagi siswa untuk digunakan usai menyelesaikan pendidikan formal dengan membuka lapangan pekerjaan sebagai bekal masa depan mereka.











