Dokter Harus Menguasai Komunikasi Publik, Profesionalitas dan Beretika

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Seluruh dokter dan tenaga kesehatan terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus bisa menguasai ilmu komunikasi publik, profesional dan beretika.

Hal tersebut diungkapkan Ketua IDI Sumsel yang diwakili Wakil Ketua II IDI Prov. Sumsel, Dr. Hendri Faroza, Sp.B., M.H pada saat melantik Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Muara masa bakti 2025-2028 di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Jumat (12/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Muara Enim H Edison SH MHum didampingi Ketua TP. PKK. Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., Kepala Dinas Kesehatan dr. Eni Zatila, M.K.M., Direktur RSUD dr. H.M. Rabain Muara Enim, Selamat Oku Asmana, SKM., M.Kes.,

Ketua IDI Cabang Muara Enim dr Henri Azis SpA (K) MKes MARS MH, Pengurus IDI Sumsel dan Muara Enim, Forkopimda, Pejabat OPD terkait dan para undangan. Ketua IDI Sumsel yang diwakili Wakil Ketua II IDI Sumsel, Dr. Hendri Faroza mengatakan kedepan tenaga dokter dan tenaga medis lainnya terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus bisa berkomunikasi publik yang baik. Pasalnya, banyak permasalahan kasus sengketa antara dokter dan tenaga medis lainnya terutama yang bekerja di front terdepan adalah akibat komunikasi publik yang kurang baik.

“Dokter harus terbuka dan benar-benar bisa menjelaskan dengan baik dan santun kepada pasien tentang diagnosis penyakitnya sehingga tidak Miss komunikasi,” ujarnya.

Lanjut Hendri, profesi dokter kedepan cukup rentan berhadapan dengan hukum sehingga ketika menghadapi suatu masalah harus berhati-hati dalam melangkah, dan tetap santun dalam bertindak, karena dengan kemajuan informasi saat ini semua masyarakat bisa mengangkat suatu permasalahan (viral) meski kebenaran belum pasti. Untuk jalankan peranan sebagai pelayan kesehatan sebaik-baiknya sesuai dengan standar profesi (SOP).

“Memang ketika kita kuliah tidak ada muatan ilmu komunikasi, kita hanya dijejali masalah ilmu medis dan biologi. Namun kedepan kita harus berbenah bekali diri dengan ilmu komunikasi publik,” harapnya.

Ketua IDI Cabang Muara Enim dr Henri Azis mengatakan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremonial semata namun ini merupakan sebagai momen penting untuk memperbaharui tekad, memperkuat komitmen dan mengokohkan kembali semangat pengabdian kami kepada masyarakat Muara Enim.

“Dalam kepengurusan ini ada 93 dokter yang terdiri dari 44 dokter spesialis dan 49 dokter umum. Dengan kekuatan yang kita miliki ini siap mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.

Kedepan, lanjutnya, organisasi profesi kedokteran ini dibentuk untuk menghimpun dokter mengemban ilmu kedokteran menjaga martabat dan kehormatan profesi serta memastikan praktek kedokteran berjalan secara profesional dan beretika, berperan menegakkan kode etik, meningkatkan kompetensi, melindungi anggota secara hukum dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan kesehatan.

“Saat ini, masyarakat menginginkan sosok dokter yang profesional secara ilmu dan moral, kompeten, jujur, komunikatif dan memiliki empati. Masyarakat ingin dokter yang hadir bukan hanya pandai tetapi mampu bekerja dengan hati yang mampu memberikan edukasi kesehatan yang benar di tengah banjirnya Miss informasi saat ini,” ungkapnya.

Kemudian, Henri, mengharapkan IDI semakin kompak solid dan harmonis dalam bekerja sebagai satu kesatuan. Sebab organisasi hanya akan kuat jika anggotanya saling percaya, saling mendukung dan menjaga serta komunikasi yang baik, karena tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan dan kebersamaan lahir dari keikhlasan. IDI kedepan bisa menjadi rumah besar yang nyaman tempat semua Dokter merasa dihargai, didukung dan dilindungi.

Sementara itu Bupati Muara Enim Edison, sangat mendukung jika seluruh tenaga dokter dan tenaga medis terutama yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk dibekali dengan ilmu komunikasi publik. Sebab sering terjadi Miss komunikasi antara pasien dan tenaga medis.

“Orang yang datang ke tempat layanan kesehatan itu sudah sakit, jika pelayanan kita tidak ramah, profesional dan berempati bisa-bisa pasien tersebut tambah sakit begitu juga sebaliknya,” pungkas Bupati yang mengaku pernah mengalaminya.

Untuk itu, Bupati berpesan kepada para pengurus IDI yang baru saja dilantik, untuk dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, menjalankan amanah secara profesional dan menjunjung tinggi etika dokter, utamanya dalam membangun komunikasi yang baik dengan pasien guna memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Serasan Sekundang.
Bupati berharap IDI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kompetensi tenaga medis, pemerataan pelayanan kesehatan serta peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat Kabupate Muara Enim. Dan dengan kepengurusan baru IDI dapat membawa semangat dan inovasi baru demi terwujudnya Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (Membara).
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen dan dukungan Pemkab. Muara Enim terhadap peningkatan fasilitas kesehatan di Bumi Serasan Sekundang, salah satunya yakni melalui pembangunan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr. HM Rabain menjadi 13 lantai. Dengan pengembangan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan semakin modern, lengkap, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *