Lentera-PENDIDIKAN.com, MUARA ENIM-Sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana alam Sumatera, Keluarga Besar PPTKA BKPRMI Muara Enim secara sukarela memberikan sumbangan kepada korban bencana alam Sumatera sebesar Rp 28.977.000 juta.
Pemberian tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Muara Enim Andri Kusuma kepada Ketua DPW BKPRMI Sumsel Firdaus yang disaksikan oleh Bupati Muara Enim yang diwakili Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik Juli Jum’atan, forkopimda, OPD terkait dan para undangan serta 674 santriwan/santriwati dan ustadz/ustadzah dalam kegiatan wisuda Lembaga PPTKA BKPRMI XXVIII Tahun 2025 di gedung Evi Medana Grand Ballroom Muara Enim, Kamis (18/12/2025).
“Bantuan ini berasal dari para santri, ustadz/ustadzah, wali santri dan keluarga besar BKPRMI Muara Enim,” ujar Andri.
Menurut Andri, bahwa kegiatan wisuda ini rutin setiap tahunnya untuk para santriwan/santriwati. Dan sebelumnya mereka sudah diuji munaqosah di TK/TPA masing-masingnya dan dinyatakan lulus.
Lanjut Andri, kegiatan ini, merupakan bentuk tasyakuran mendukung program Muara Enim bebas buta huruf aksara Alquran sesuai misi dan visi Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim MEMBARA.
Kedepan, lanjut Andri, semoga kegiatan ini terus mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak terutama Pemkab Muara Enim seperti memberikan perhatian kesejahteraan untuk para guru ngaji dan TPA/TPQ di Kabupaten Muara Enim.
Ketua DPW BKPRMI Sumsel Firdaus, mengatakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (PPTKA BKPRMI), merupakan bagian otonom dari BKPRMI yang berfokus pada pendidikan Al-Qur’an anak usia dini, melalui program-program seperti Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA).
“Kita doakan dari santriwan/santriwati ini akan menjadi generasi emas yang berakhlak mulia dan menjadi kebanggaan orangtua, agama dan negara,” ujar Firdaus yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Sumsel ini.
Lanjut Firdaus, bahwa saat ini, BKPRMI Sumsel termasuk dari BKPRMI Muara Enim telah berhasil menghimpun dana Bencana kemanusiaan Sumatera sekitar Rp 300 juta lebih dan telah mulai disalurkan ke daerah yang terkena bencana.
“Kemarin, dari sumbangan yang terkumpul akan kita buatkan sumur bor untuk publik,” ujarnya.
Kemudian, Firdaus berpesan kepada seluruh santriwan/santriwati yang telah di wisuda bukannya berarti sudah tamat mengaji tetapi untuk terus memperdalam ilmu keagamaannya seperti mempelajari mengaji lagu, khutbah, tata cara memimpin Yasinan, memperbaiki tata cara sholat, tata cara mengurus jenazah dan sebagainya dengan terus datang ke TPA/TPQ.
“Kita sudah menyiapkan paket-paket diatas usai di wisuda untuk persiapan lanjutan pembinaan. Jadi mohon kepada wali atau orangtua jangan diberhentikan nanti anaknya setelah di wisuda ini,” ujarnya.
Terakhir, Firdaus, mengingatkan kepada seluruh guru ngaji di TPA/TPQ untuk mendaftarkan diri karena saat ini sedang dilakukan sensus yang bekerjasama dengan Kemenag. Dan kita berharap kedepan para guru ngaji ini mendapatkan semacam insentif dari Pemerintah sebagai penghargaan atas jasanya dalam mencerdaskan generasi muda.
Sementara itu, Bupati Muara Enim yang diwakili Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik Juli Jum’atan, bahwa Pemkab Muara Enim sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan akan mensupport kegiatan positif dari BKPRMI. Sebab untuk mengamalkan ilmu Alquran dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kita sehari-hari dalam membentuk karakter anak-anak yang Islami, beriman, berakhlak mulia dan berkepribadian luhur adalah merupakan tanggungjawab bersama.
“Saya ucapkan terimakasih kepada para Ustadz/ustadzah yang telah mendidik anak-anak. Dan tentu akan menjadi perhatian Pemkab Muara Enim,” ujarnya.











