Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Hari pertama kerja usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap tiga proyek yang pembangunannya belum selesai karena menelan dana mencapai puluhan miliar di dalam kota Muara Enim, Senin (5/1/2026).
Adapun proyek yang nilainya cukup fantastis tersebut yakni pembangunan Gedung Diklat BKPSDM Muara Enim, Gedung C dan gedung B Pasar Inpres Muara Enim, dan Kolam Retensi Terminal Regional.
Dalam Sidak tersebut Bupati didampingi langsung oleh Kepala BKPSDM Harson Sunardi, Kepala Disperindag ESDM Bhakti, Sekretaris Dinas PUPR Iwan Setiawan, bersama PPK masing-masing proyek yang di Sidak tersebut.
Dalam Sidak tersebut terlihat para pekerja masih berjibaku bekerja menyelesaikan proyek yang rata-rata sudah mencapai 95 persen dan finishing. Bupati mengatakan, bahwa proyek tersebut seharusnya sudah selesai pada akhir tahun 2025. Namun karena suatu hal seperti faktor alam, kelangkaan material dan sebagainya makanya terpaksa molor sehingga diberikan perpanjangan kontrak maksimal 50 hari kedepan.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek dapat selesai pada akhir Januari 2026. Seharusnya selesai pada tahun 2025, tapi karena berbagai faktor sehingga diberikan perpanjangan kontrak,” ujar Edison.
Lanjut, Bupati, dari hasil peninjauan tadi, untuk progres proyek pembangunan Gedung Diklat BKPSDM telah mencapai 95 persen, dan pada akhir Januari ini agar gedung ini bisa segera difungsikan. Begitu juga dengan progres pembangunan Gedung C dan gedung B Pasar Inpres Muara Enim sudah lebih dari 95 persen. Sedangkan, untuk progres pembangunan Kolam Retensi Terminal Regional sudah mencapai 100 persen, tinggal perapian dan pembersihan lokasi agar bisa digunakan para pedagang nantinya.
“Kalau kolam retensi ini sudah difungsikan, nanti kita kembangkan juga untuk potensi destinasi hiburan seperti jogging track dan taman di sekeliling kolam reterensinya,” ungkap orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini.
Lebih lanjut, Bupati menyatakan optimis dengan progres dilapangan dan proyek pembangunan strategis tersebut akan bisa difungsikan dan akan menjadikan Kabupaten Muara Enim lebih maju dan berkembang.
“Kita ingin gaspol pembangunan agar masyarakat nyaman dan tidak ada keluhan lagi, salah satunya tentang banjir,” pungkasnya.
Adapun pekerjaan Belanja Modal Lanjutan Pembangunan Gedung Diklat BKPSDM dan Perlengkapan Gedung Kantor dengan nilai pagu Rp 51,2 miliar. Kemudian untuk pagu anggaran pembangunan Gedung C Pasar Inpres Muara Enim dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama Rp 9,8 miliar dari APBD 2024 dan tahap dua Rp 25,2 miliar dengan dana APBD 2025.
Terakhir, Kolam Retensi Terminal Regional dianggarkan dua tahap, tahap pertama APBD induk 2025 Rp 4,5 miliar dan tahap dua APBD-P 2025 Rp 3,2 miliar.











