Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Menjelang berbuka puasa sebagian santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albab Muara Enim panik dan ketakutan. Pasalnya, beberapa bangunan diterjang angin puting beliung. Meski tidak ada korban jiwa namun sebagian atap ruang kelas di Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albab Muara Enim, rusak sehingga sangat menganggu proses belajar mengajar.
Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun, Senin (9/3/2027), bangunan yang terkena angin puting beliung tersebut adalah bangunan utama dua lantai milik Ponpes Ulil Albab. Dimana, untuk lantai I digunakan untuk asrama perempuan dan asrama laki-laki, sedangkan untuk lantai II digunakan untuk ruang kelas dan kantor guru.
Untuk ruang kelas yang rusak sebanyak tiga kelas dengan kondisi atap dan plafon rusak sehingga proses belajar dan mengajar terpaksa dipindahkan ke Masjid yang lokasinya sekitar 100 meter dari lokasi asrama.
“Awalnya kami mengira gempa bumi dan langsung keluar dari gedung takut tertimpa dan ngumpul di saung tempat makan,” ujar Aleycia Marco Ramadani (15), santriwati kelas IX usai mengikuti ujian di Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albad, di Jln. Lingkar Kepur – Transosial, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Senin (9/3/2026).
Menurut Aleycia yang mengaku melihat langsung kejadian tersebut, menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Pada saat itu dirinya bersama teman-temannya seperti biasa sedang menunggu waktu berbuka puasa di dalam asrama perempuan. Lalu tiba-tiba datang angin kencang yang berputar-putra sehinga menyebabkan atap seng gedung lantai 2 beterbangan, plafon kelas ambruk serta batu bata berjatuhan.
“Awalnya suara pohon bertumbangan, tidak lama kami dengar suara dentuman keras dari lantai 2, sempat dikira kursi yang jatuh dan gempa, setelahnya disuruh keluar dari asrama ternyata angin puting beliung,” ujar Aleycia.
Lanjut Aleycia, setelah dilihat keluar melihat atap berterbangan dan batu bata berjatuhan di depan asrama. Kita sempat panik berlarian ke arah saung untuk menyelamatkan diri karena mengira itu gempa bumi.
“Kami juga bingung kedepan mau belajar dimana, sehingga terpaksa berdesakan didalam masjid,” ujarnya.
Sementara itu, Putri Sabilillah (26), salah satu pengurus Ponpes Ulil Albab, mengatakan bahwa saat kejadian, kondisi cuaca memang mendung diiringi hujan gerimis, lalu tiba-tiba datang sapuan angin kencang yang menyebabkan atap dan plafon beberapa kelas melayang dan ambruk sehingga tidak layak lagi untuk digunakan proses belajar mengajar.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena santri sedang berada di asrama dan halaman. Namun proses belajar mengajar terganggu terpaksa menggunakan Masjid,” ujarnya.
Lanjut Putri, untuk jumlah santri kita sebanyak 53 orang tingkat SMP dan saat ini sedang menjalani ujian tengah semester sebelum diliburkan.
Putri berharap kepada pemerintah maupun instansi terkait bisa memberikan bantuan untuk perbaikan gedung yang mengalami kerusakan sehingga anak-anak bisa kembali belajar di kelasnya masing-masing seperti sebelumnya.
Ketika dikonfirmasi ke Palaksa BPBD Kabupaten Muara Enim Andurrozieq Putra, membenarkan adanya kejadian angin puting beliung yang merusak atap dan plafon Ponpes Ulil Albab. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dirinya mengimbau kepada masyarakat Muara Enim untuk selalu waspada dan berhati-hati sebab musim hujan baru akan berakhir sekitar bulan Mei. Dan jika ada hujan deras disertai badai untuk mencari tempat perlindungan yang aman dan kuat.
“Kalau lagi berkendaraan jangan berhenti dibawah pohon atau baleho yang sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpa kita,” imbaunya.











