Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan, Selasa 5 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula KLA Dinas PPPA Muara Enim ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Peserta terdiri dari perempuan kepala keluarga, perempuan tidak bekerja, serta istri karyawan swasta yang rentan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kepala Dinas PPPA Muara Enim H. Husin Aswadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas perempuan dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna dan ekonomis.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap perempuan dapat lebih mandiri serta mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi peluang usaha yang produktif,” ujarnya.
Peserta pelatihan berasal dari sejumlah desa, di antaranya Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Desa Muara Lawai dan Desa Kepur Kecamatan Muara Enim, Desa Muara Gula Baru Kecamatan Ujan Mas, serta perwakilan organisasi perempuan seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), TP PKK, dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Serasan Muara Enim, Emiyati, S.E., M.Si., serta Idarsi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim.
Sementara itu, Bupati Muara Enim yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Andi Wijaya, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu fokus pembangunan, sejalan dengan arahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Menurutnya, pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak menjadi langkah strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi berbasis gender di tingkat desa.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru yang digerakkan oleh perempuan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berkontribusi dalam memberikan pelatihan, serta mendorong seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius agar ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemkab Muara Enim berharap perempuan, khususnya di Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, semakin berdaya secara sosial dan ekonomi serta mampu menciptakan peluang usaha dari pemanfaatan limbah rumah tangga.

















