Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-MUARA ENIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim bergerak cepat menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan dengan menggelar razia kamar hunian dan tes urine mendadak bagi warga binaan maupun petugas pemasyarakatan, Selasa 2 Juni 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim Auliya Zulfahmi!tersebut melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) dari Kodim 0404 Muara Enim, Polres Muara Enim, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muara Enim.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir seluruh blok hunian secara teliti dan humanis. Pemeriksaan dilakukan pada setiap kamar dan sudut hunian guna mengantisipasi keberadaan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Kalapas Muara Enim, Auliya Zulfahmi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata jajarannya dalam mendukung program pemberantasan peredaran narkoba dan penggunaan barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami tidak main-main terhadap segala bentuk pelanggaran, terutama narkoba dan barang terlarang lainnya. Sinergi dengan APH akan terus kami perkuat demi menciptakan lapas yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba,” tegas Auliya.
Dari hasil razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam blok hunian, di antaranya sendok logam, korek api, dan kabel. Seluruh barang temuan langsung didata untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, hasil penggeledahan tidak menemukan adanya narkotika maupun telepon genggam yang menjadi target utama dalam kegiatan penertiban tersebut.
Selain razia fisik, Lapas Muara Enim juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap warga binaan dan petugas.
Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan tim medis dan BNNK Muara Enim sebagai langkah deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan lapas bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Menurut Auliya, pelaksanaan razia dan tes urine secara mendadak merupakan bagian dari upaya preventif yang terus dilakukan untuk menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pembinaan di dalam lapas.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan baik dalam lingkungan yang kondusif. Kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi sekaligus pengingat bahwa Lapas Muara Enim berkomitmen penuh mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan tertib,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Muara Enim kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba, handphone, dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.


















