Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM — Sejumlah guru di kabupaten Muara Enim keluhkan masalah Tambahan Penghasilan (Tamsil) Non Sertifikasi Tahun 2025. Pasalnya, sejak bulan Juli hingga Desember 2025 (Triwulan 3 dan 4) Tamsil tersebut belum cair.
“Sudah hampir satu tahun (Juli 2025 – Juni 2026) Tamsil Non Sertifikasi kita belum dibayarkannya. Biasanya setiap tiga bulan sekali dibayar ini belum sama sekali untuk Triwulan ke-3 dan ke-4,” jelas beberapa guru ASN di Sekolah Negeri di kabupaten Muara Enim ini, Selasa (23/6/2026).
Menurut mereka, Tamsil Non Sertifikasi ini diterima oleh guru-guru yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi di tahun 2025 yang dananya dari Pemerintah Pusat. Dan biasanya diterima setiap pertiga bulan. Namun sampai hari ini mereka belum mendapatkan kejelasan terkait kapan akan dicairkannya Tunjangan tersebut atau apa penyebabnya belum juga dicairkan.
“Kita sudah mengusulkannya sejak November akhir 2025 mengingatkan akan tutupnya tahun anggaran. Hingga kita sudah diminta daftar usulan dan laporannya untuk segera dikumpulkan ke Dinas Pendidikan kabupaten Muara Enim. Namun, sampai hari ini kita belum mendapatkan kabar kapan akan dibayarkannya tunjangan tersebut,” tuturnya.
Lanjut mereka, bahwa Tunjangan Non Sertifikasi ini diterima oleh guru-guru yang belum mendapatkan Tunjangan Sertifikasi Guru (TPG) dengan besaran Rp 250.000 perbulan dan dibayarkan per Triwulan.
Ketika di konfirmasi ke Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim Drs H Andi Wijaya MM mengatakan bahwa sejak tahun 2025, penyaluran Tambahan Penghasilan (Tamsil) Non Sertifikasi guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) disalurkan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan, tidak lagi melalui pemerintah daerah. Penyaluran dilakukan secara pemindahbukuan dari Kas Negara ke rekening masing-masing guru penerima sesuai dengan Permendikdasmen No 4 Tahun 2025.
“Jadi guru bisa memantau status validasi dan pencairan dana tersebut secara daring melalui portal resmi Info GTK masing-masing guru,” ujarnya.
Ditambahkan Efriyanti sebagai staf Keuangan Pengelola Pelaksana Tamsil Diknasbud Kabupaten Muara Enim, bahwa sejak Januari 2025, anggaran Tamsil dibayarkan langsung oleh pemerintah pusat. Adapun untuk pencairannya dilakukan secara bertahap yakni perbulan dan bergelombang.
“Kami hanya mengajukan daftar nama-nama guru ke Kemendikdasmen. Kami tidak tahu siapa saja yang telah dibayar, dan besaran yang sudah dibayar sebab langsung ke rekening para guru dan sepertinya acak,” ujarnya.
Lanjut Efriyanti, dari data yang masuk memang mencapai ribuan guru, namun sebagian besar sudah dibayar oleh pemerintah pusat mungkin tinggal sedikit. Mudah-mudahan tahun ini mereka sudah dibayar semua.

















