Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Berdasarkan data periode Januari hingga Agustus 2026, kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Muara Enim mengalami penurunan sebesar 15 persen, yaitu dari 20 korban pada periode sama tahun 2025 menjadi 17 korban di tahun ini. Sebaliknya, kasus kekerasan terhadap perempuan tercatat meningkat 91,7 persen, dari 12 korban menjadi 23 korban.
Hal tersebut diungkapkan Plt Bupati Muara Enim Hj Sumarni pada saat membuka kegiatan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Muara Enim, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumsel, jajaran Forkopimda Kabupaten Muara Enim, Sekretaris Daerah Muara Enim, Ir. H. Yulius, M.Si., serta berbagai elemen masyarakat ini mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.
“Pemkab Muara Enim mencermati bahwa kenaikan laporan kekerasan perempuan menunjukkan keberanian korban yang makin meningkat untuk melapor, sementara penurunan laporan kekerasan anak tetap harus diwaspadai agar tak ada kasus yang lolos dari pemantauan,” tegas Sumarni.
Lanjut Sumarni, kedepan Pemkab Muara Enim akan berkomitmen untuk zero tolerance terhadap aksi kekerasan anak, sekaligus meminta seluruh pihak tidak lengah meski angka kasus kekerasan anak di Kabupaten Muara Enim berhasil ditekan.
“Kemeriahan peringatan ini tak sekadar seremoni rutin, melainkan momentum evaluasi dan penguatan komitmen nyata dalam menjamin hak-hak seluruh anak di Kabupaten Muara Enim,” pungkasnya.
Sebagai bentuk penguatan di lapangan, Plt. Bupati menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga kepala desa untuk memperkuat fungsi Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) hingga tingkat RT/RW. Langkah ini krusial untuk memastikan deteksi dan pencegahan dini kekerasan berawal dari tingkat tapak. Selain itu, pihak sekolah dan tenaga pendidik juga diwajibkan menjamin lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan (bullying).
Dirinya mengungkapkan, komitmen Pemkab Muara Enim dalam mewujudkan daerah ramah anak yang dibuktikan dengan capaian prestasi berturut-turut mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Nindya sejak tahun 2023 sampai sekarang. Sinergi bersama dunia usaha turut membuahkan hasil nyata, salah satunya keberhasilan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berangau Park Tanjung Enim hasil kolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk yang baru saja meraih Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) 2026 dengan Predikat Utama. Ke depan, Pemkab menargetkan peningkatan predikat KLA menuju Tingkat Utama melalui pemenuhan hak dasar anak secara merata.
Plt. Bupati berpesan kepada para orang tua agar senantiasa memperhatikan nutrisi gizi anak guna mencegah stunting, bijak mendampingi penggunaan teknologi digital, serta menciptakan komunikasi kasih sayang di dalam rumah tangga. Rangkaian acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh anak di Kabupaten Muara Enim tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap memegang estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.












