Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM- Diduga akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), satu unit rumah milik Nora Meyensi nyaris hangus dilalap si jago merah di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Senin (12/10/2026) sore.
Dari informasi yang dihimpun, asal api masih simpang siur, ada yang menyatakan dari sisa pembakaran namun ada juga dari Karhutla yang berada dibelakang rumah korban. Akibat kejadian tersebut satu unit rumah permanent milik Nora terbakar dibagian atap dan dinding rumah bagian lantai II. Namun berkat kesigapan PBK dan personil lainnya api bisa dipadamkan dan tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan maupun rumah warga lainnya.
“Rumah Ibu Nora itu sudah lama tidak ada penghuninya sehingga ketika terjadi kebakaran sulit menghubungi pemiliknya untuk PBK dan lainnya sigap,” tegas Kades Karang Raja Oktavianti, Selasa (13/10/2026).
Menurut Kades, kejadian kebakaran lahan tersebut dalam sepekan dilokasi tersebut sudah tiga kali. Kami sangat khawatir sebab pemilik rumah tidak berada ditempat sehingga jika terjadi kebakaran sulit dihubungi.
“Kami takut kalau terbakar bukan rumahnya saja tetapi pemukiman dikiri kanannya, apalagi didekat lokasi ada Perthashop,” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas Polres Muara Enim Kompol RTM. Situmorang, membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi bernama Hartono (58), bahwa dirinya menerima telepon dari pemilik rumah, Nora Meyensi, yang mengabarkan adanya kebakaran hutan di dekat rumahnya. Setelah menerima informasi tersebut, Hartono segera menuju lokasi untuk melihat kondisi yang terjadi.
Namun, ketika tiba di lokasi, Hartono mendapati rumah milik Nora Meyensi telah terbakar. “Berdasarkan keterangannya, kebakaran hutan di sekitar rumah ters
Kebut telah terjadi sebanyak tiga kali, sedangkan penyebab kebakaran hingga saat itu belum diketahui,” ujar Kompol RTM Situmorang.
asi Humas berharap dengan adanya peristiwa ini hendaknya menjadi perhatian bersama karena kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan rumah dan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Oleh sebab itu, kepedulian dan kewaspadaan warga menjadi bagian penting dalam mencegah kejadian serupa
