Terobos Pintu Pelintasan KA, Tukang Ojek Nyaris Tewas Tertabrak KA

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Seorang tukang ojek, Iril (45) warga Dusun III, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, nyaris tewas setelah sepeda motor Honda Revo BG 6383 OL warna Hitam yang dikendarainya tertabrak dengan kereta api Babaranjang dengan No Lok CC 205 2605/ CC 205 1329 yang masinisi Wijaya dan asisten masinis Brian di jalur kereta api stasiun kereta api Gunung Megang – Belimbing km 365+2 Perlintasan JPL 104 Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 16.02 WIB.

Akibat lakalantas tersebut korban menderita luka berat dengan mengalami luka robek pada bagian pelipis kanan, Luka robek pada dagu dan bibir, Luka robek pada bagian pergelangan tangan sebelah kanan, Luka robek pada bagian betis kaki kanan, Patah kaki di bagian paha kanan, dan patah kaki di bagian pergelangan kaki kanan.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP M Adrian didampingi Kasi Humas Kompol RTM Situmorang, mengatakan adapun kronologis kejadian tersebut berawal korban yang mengendarai Sepeda Motor Honda Revo warna Hitam datang dari arah Palembang menuju ke arah Muara Enim. Saat tiba di jalan stasiun Gunung Megang – Belimbing KM 365 + 2 JPL 104, ternyata palang pintu kereta dalam keadaan tertutup sebab akan ada kereta api Babaranjang Lok CC 205 2605/ CC 205 1329 yang berangkat dari Stasiun Tanjung Enim menuju stasiun Tarahan, Lampung.

“Palang pintu sudah tertutup tetapi korban diduga nekat menerobos sehingga terjadilah tabrakan tersebut,” ujar Kasat Reskrim.

Akibat tabrakan tersebut, lanjut Kasat Reskrim, korban terpental beberapa meter dan mengalami luka berat dan langsung dibawa ke Puskesmas Gunung Megang, dan di lakukan penanganan pertama. Karena luka-lukamya cukup parah akhirnya dirujuk ke ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk menjalani perawatan lebih intensif.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan waspada serta sabar terutama di setiap pintu perlintasan. Lebih baik terlambat sedikit daripada celaka, apalagi sampai merengut korban jiwa,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *