Ayah Pingsan dan Anak Perempuan Nyaris Digigit Anjing Liar

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dikejar segerombolan anjing liar, seorang ayah bernama Ferdi (25) bersama anak perempuannya SQ (7) warga Kelurahan Sukajadi, Kota Lubuk Linggau, nyaris digigit anjing liar. Beruntung ada warga dan petugas patroli yang melintas sehingga berhasil diselamatkan meski sang ayah pinsan dan terjatuh kesemak semak di bawah jembatan Niru di desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel.

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kapolsek Ramabng Niru IPTU Bambang didampingi Kasi Humas Kompol RTM Situmorang, mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi Sabtu (24/10/2026) pukul 21.00 WIB di bawah jembatan Niru. Kejadian tersebut terungkap ketika personil Polsek Rambang Niru mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada suara orang minta tolong di lokasi kejadian. Kemudian personil Polsek Rambang Niru yang pada saat itu melaksanakan patroli langsung ke lokasi kejadian dan bersama warga segera mencari sumber suara minta tolong.

“Kondisi lokasi agak gelap dan semak-semak. Perugas mendengar suara anak kecil minta tolong dan menangis,” ujar Kapolsek, Selasa (27/10/2026).

Lanjut Kapolsek, kemudian pihaknya langsung turun ke bawah jembatan, dan mendapati seorang laki laki kondisi tidak sadarkan diri, dan didekatnya ada anak perempuan yang menangis. Kemudian, kedua korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Tebat Agung untuk diperiksa kesehatannya.
Kemudian, pihaknya langsung meminta keterangan ke anak perempuan tersebut dan mengatkan jika laki-laki yang pongsan adalah ayah kandungnya bernama Ferdi dan tinggal di Sukajadi, lubuk Linggau.

“Kami terpaksa nanya ke anaknya sebab ayahnya masih pingsan pada saat itu,” ujarnya.

Setelah menjalani perawatan, kata Kapolsek, akhirnya Ferdi sadar dan menceritakan kronologis kejadian tersebut. Dari pengakuannya, bahwa pada hari Jumat 23 Oktober 2026 dirinya (Ferdi,red) awalnya berniat mengantarkan anak kandungnya (SQ) masuk ke Sekolah Dasar akan tetapi tidak diantarkannya ke sekolah melainkan langsung dibawa ke Palembang dan menginap dikontrakan di daerah Maskerebet, Palembang.

Setelah itu Hari Sabtu 24 Oktober 2026, mereka berdua berencana kembali lagi ke lubuk Linggau menggunakan mobil travel. Namun ditengah jalan tepatnya di simpang Niru, desa Tebat Agung, korban memaksa sopir travel untuk berhenti sebentar karena ingin meroko dan beristirahat. Namun setelah korban turun bersama anaknya ternyata ditinggalkan oleh sopir travel.
Setelah itu, sambung Kapolsek, Korban bersama anaknya sempat istirahat dan makan malam di warung Nasi goreng SON disimpang Niru. Usai makan korban dan anaknya berjalan kearah jembatan Niru tetapi bertemu segerombolan anjing liar dan mengejarnya. Melihat hal tersebut keduanya berlari ketakutan dan terjatuh ke semak-semak di bawah jembatan Niru dan membuat korban Ferdi pingsan.

“Setelah sadar pihaknya langsung mencari info keluarganya dan dijemput di Polsek Rambang Niru pada hari Minggu,” pungkasnya.

Dari keterangan keluarga korban di Lubuk Linggau, sambung Kapolsek, bahwa korban Fredi diduga sedang mengalami sakit gangguan mental dan telah pisah dengan istrinya. Selain itu, tidak ada masalah rumah tangga maupun hak asuh anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *