Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum. meminta per 1 April 2025, agar seluruh layanan perizinan dapat terintegrasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muara Enim.
Hal tersebut ditegaskannya saat membuka Rapat Percepatan Pelaksanaan Proses Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Tahun 2025, di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim, Senin (24/3/2025). Hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Yulius, Kepala DPMPTSP M. Tarmizi Ismail dan para Kepala OPD terkait.
“Jadi, 1 April semua perizinan masuk ke PTSP, kalau tidak berarti tidak mau lagi jadi kepala dinas,” tegas Edison.
Menurut Edison, dengan adanya pelayanan perizinan yang terpadu satu pintu, tentu akan bisa lebih terintegrasi dan terkoordinasi. Selain itu, pengawasan dan evaluasi bisa lebih mudah.
“Memang ada banyak godaan dalam perizinan ini, tetapi cobalah dengan kesadaran kita untuk memperbaiki Muara Enim ini,” ujarnya.
Dirinya menginginkan agar seluruh proses perizinan masuk melalui DPMPTSP, lalu diselesaikan secara teknis oleh masing-masing OPD, baru setelah itu hasilnya diambil kembali di DMPTSP. Dan ke depan dengan terintegrasi, tidak ada lagi investor yang beroperasi yang tidak atau belum selesai masalah perizinannya.
“Saya tidak mau lagi mendengar ada yang tidak masuk melalui perizinan,” tuturnya.
Edison mengatakan, mudahnya proses perizinan akan menjadi investor mau datang untuk berinvestasi. Dan Tentunya ini memberikan multiplier effect, mulai dari lapangan kerja hingga peningkatan PAD, sehingga Kabupaten Muara Enim ini bisa lebih maju sesuai dengan Visi dan Misi MEMBARA.












