Pasca Kecelakaan Maut, Warga Ujanmas Spontan Blokade Jalan Hauling Batubara

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pasca kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Yansi (37) warga di Jalan Hauling PT SLR/Titan KM 97, Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, akibat tertabrak angkutan batubara membuat warga Ujanmas spontan melakukan blokade jalan hauling batubara. Pasalnya, kendaraan dan pengemudinya dilaporkan meninggalkan lokasi kejadian setelah insiden berlangsung.

Akibat peristiwa tersebut memicu reaksi warga Desa Ujan Mas Lama yang secara spontan melakukan penutupan atau pemblokiran akses Jalan Servo/Jalan Hauling PT SLR/Titan di KM 97, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pihak perusahaan agar memberikan kejelasan dan tindak lanjut atas kecelakaan yang menewaskan warga tersebut.

Menindaklanjuti kejadian itu, jajaran Polsek Gunung Megang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ujan Mas Lama serta pihak perusahaan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sekitar pukul 17.00 WIB, pihak PT SLR bersama PT WHL selaku transportir melakukan mediasi secara kekeluargaan dengan pihak korban. Dari hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak mencapai kesepakatan perdamaian yang selanjutnya dituangkan dalam berita acara perdamaian.

Setelah proses mediasi selesai, armada angkutan batu bara yang sebelumnya sempat ditahan warga akhirnya diperbolehkan kembali melintas. Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Gunung Megang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H. mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan dengan mengedepankan koordinasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat maupun pihak perusahaan. Kehadiran kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif serta mencegah terjadinya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Kami telah melakukan pengecekan TKP dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak perusahaan. Kami juga mengedepankan komunikasi dan mediasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik serta situasi kamtibmas tetap terjaga,” ujar Kapolsek, Rabu (4/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi dalam menyikapi setiap permasalahan. Dan meminta masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis, tidak melakukan pemblokiran jalan secara sepihak, serta tetap mengedepankan komunikasi dan penyelesaian melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum. Apabila terdapat permasalahan, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
Selain itu, pihak kepolisian mengingatkan perusahaan dan pengelola angkutan batu bara agar memperhatikan keselamatan pengguna jalan, meningkatkan pengawasan terhadap pengemudi dan armada, serta mematuhi ketentuan keselamatan dalam operasional kendaraan angkutan.

Polsek Gunung Megang juga akan terus memonitor perkembangan situasi di wilayah tersebut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali aksi penutupan jalan hauling apabila muncul persoalan baru. Melalui langkah koordinasi dan pendekatan humanis ini, Polsek Gunung Megang berharap hubungan antara masyarakat dan pihak perusahaan tetap terjaga dengan baik, sehingga aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan.(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *