Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Warga Desa Fajar Indah, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mendadak gempar. Pasalnya, secara tidak sengaja warga menemukan seorang petani berinisial P (28) dalam posisi gantung diri di dalam kamar rumahnya di Desa Fajar Indah, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu (4/11/2026), kejadian pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang kebetulan datang ke rumah tersebut. Saat memasuki kamar, ia mendapati korban dalam kondisi tergantung dengan seutas tali dan sudah tidak sadarkan diri.
Melihat hal tersebut, ia langsung meminta bantuan ke anggota keluarga lainnya untuk dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Gunung Megang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah mendapatkan tindakan medis dari petugas kesehatan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Mendapatkan informasi kejadian tersebut, anggota piket SPK Polsek Gunung Megang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan pengecekan dan pendataan.
Dalam penanganan awal, petugas melakukan dokumentasi TKP, mencatat keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Gunung Megang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H. mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur kepolisian, mulai dari mendatangi TKP, meminta keterangan saksi hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga.
“Begitu menerima informasi kejadian tersebut, anggota kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga serta pihak terkait dalam penanganan peristiwa ini,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum peristiwa tersebut diketahui, korban sempat terlibat pertengkaran mulut dengan istrinya. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan awal.
Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Gunung Megang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga. Apabila menghadapi permasalahan, hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin, tidak terbawa emosi, serta mengedepankan musyawarah,” imbaunya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya, terutama apabila ada anggota keluarga atau tetangga yang sedang menghadapi persoalan berat. Jika ada warga yang membutuhkan pertolongan atau sedang mengalami tekanan berat, segera dampingi dan carikan bantuan dari keluarga maupun tenaga profesional.
Melalui kejadian ini, Polsek Gunung Megang berharap masyarakat semakin meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat hubungan kekeluargaan serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.












