Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan di Jalintengsum ruas Muara Enim – Simpang Meo, kembali terganggu. Pasalnya, Box Cluivert yang baru dipasang menggantikan gorong-gorong rusak karena tidak kuat menahan volume beban kendaraan yang melintasinya terutama angkutan batubara tepatnya di Desa Pandan Enim, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Jumat (11/7/2025).
Dari pantauan dan informasi yang dihimpun di lapangan, terlihat para pekerja berjibaku melakukan perbaikan dengan mengganti box cluivert yang rusak dengan box cluivert yang baru. Dan arus kendaraan terpaksa sedikit mengalami kemacetan karena kondisi jalan yang padat dan menyempit sehingga terpaksa dilakukan sistim buka tutup supaya arus kendaraan tidak macet total.
Menurut Sekdes Pandan Enim Oktavianus bahwa gorong-gorong Jalintengsum tersebut sebenarnya sudah lama jebol, bahkan masyarakat sudah berupaya menginformasikannya ke pihak terkait sekitar sebulan yang lalu karena kondisi jalan sudah mulai turun. Namun sepertinya tidak ada respon, dan akhirnya jebol dan sempat badan jalan putus sebelah dan membuat macet jalan.
“Ketika jebol untung petugas Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) cepat turun dan melakukan perbaikan, meski jebol lagi,” ujarnya.
Harapan kedepan, pihaknya meminta kepada pemerintah dan instansi terkait untuk benar-benar membatasi kendaraan bertonase tinggi terutama angkutan batubara untuk melintas di jalan umum, sebab benar-benar sudah meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan. Buktinya, box cluivert itu baru di pasang sehari sudah jebol lagi karena dilintasi kendaraan bertonase tinggi terutama angkutan batubara.
“Kami masyarakat hanya kebagian debu, jalan rusak, macet dan sebagainya, yang tidak enak semua. Tolong angkutan batubara hentikan semua tanpa kecuali, jangan hanya yang ke arah Lahat dan Muara Enim saja, tetapi yang ke arah Lampung juga,” tegasnya.
Sementara itu Staf Pengawas PPK 21 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Apriansyah, bahwa pihaknya sudah berupaya siang dan malam melakukan perbaikan gorong-gorong tersebut. Dan ketika sudah diganti dengan box cluivert, dan akan melakukan tahap pemadatan, banyak angkutan batubara yang memaksa melintas terutama pada malam hari sehingga box cluivert jebol dan rusak.
“Kemarin, posisi box cluivert baru di pasang dan timbunan belum padat. Ketika dilintasi tonase berat tidak kuat. Kalau sudah padat biasanya kuat,” ujar Apri.
Saat ini, lanjut Apri, pihaknya telah melakukan penggantian dengan box cluivert baru yang lebih kuat dan lebih besar serta melakukan pemadatan sehingga terpaksa kendaraan di stop dulu, sebab jika tidak distop dan langsung dilindas ditakutkan rusak kembali.
Kedepan, pihaknya berharap untuk kendaraan bertonase tinggi untuk mengurangi muatannya di sesuaikan dengan kemampuan jalan dan jembatan sehingga tidak merusak jalan dan jembatan seperti yang baru terjadi di Jembatan Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumsel.











