Pemkab Muara Enim Bantu Kerohiman dan Relokasi Korban Kebakaran

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap korban kebakaran di Pasar Inpres Blok B Muara Enim, Pemkab Muara Enim akan memberikan bantuan kerohiman kepada masing-masing korban kebakaran dan merelokasi sementara lokasi lapak jualan ke gedung Blok A.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Muara Enim H Edison bersama Forkopimda saat melakukan peninjauan langsung lokasi kebakaran di Pasar Inpres Muara Enim gedung B di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Kamis (4/9/2025).

“Kita prihatin turut berduka kepada para pedagang yang tempatnya berjualan tadi malam mendapat musibah kebakaran,” ujar orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini.

Menurut Edison, langkah awal yang akan diambil oleh Pemkab Muara Enim adalah melakukan pembersihan pasar pasca kebakaran. Dan setelah itu, gedung yang terbakar akan langsung direnovasi dengan menggunakan Biaya Tidak Terduga. Kemudian lanjut Edison, pihaknya akan melakukan merelokasi sementara lokasi lapak pedagang dari sebelumnya di lantai II blok B dipindahkan ke lantai III blok A. Dan untuk meringankan beban para korban kebakaran yang tertimpa musibah juga akan diberikan uang kerohiman sebesar Rp 1 juta.

“Kita gunakan Biaya Tidak Terduga untuk memberikan uang kerohiman kepada para pedagang besok dibayarkan. Untuk sementara tentu ini tidak mencukupi memang, tapi ini bentuk kepedulian Pemkab Muara Enim,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala UPTD Pasar Muara Enim Firmansyah SH, bahwa jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran tersebut sebanyak 50 orang yang terdiri dari 44 penjual pakaian BJ dan 6 penjahit. Sedangkan untuk lapak sementara sudah disiapkan di lantai III Blok A.

Bani Irham (63), salah satu pedagang BJ mengatakan bahwa, dirinya diberitahu oleh keluarganya jika pasar Inpres Gedung B tempatnya berjualan terbakar. Begitu dapat berita kebakaran di pasar ternyata api sudah besar dan tidak bisa lagi menyelamatkan barang dagangan. Padahal, dirinya baru saja berbelanja 5 bal pakaian bekas berupa jas, celana levis, rajut, dan kaos tangan panjang, tapi semuanya ludes terbakar, sehelai pun tidak bisa diselamatkan.

“Kalau kerugian 5 bal itu Rp 35 juta. Untuk 1 bal harganya sekitar Rp 7-8 juta, macam-macam tergantung barangnya. Kerugian semuanya Rp 60 juta pasti ada,” ungkapnya.

Atas musibah tersebut, dirinya bersama para pedagang yang menjadi korban berharap bisa segera relokasi mendapat tempat baru untuk berjualan ke depannya.

“Kalau rencananya dari wacana Wakil Bupati Muara Enim tadi akan evakuasi ke Pasar Inpres Gedung A Lantai 3, tapi kita belum tahu pasti karena penyampaian secara lisan saja,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa kebakaran hebat melanda Lantai 2 Gedung B Pasar Inpres Muara Enim pada Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 00.15 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, namun puluhan lapak pedagang pakaian bekas dan penjahit ludes terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah lima unit mobil Pemadam Kebakaran baik dari Pemkab Muara Enim dan PTBA berjibaku memadamkan api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *