Muara Enim Lumbung Energi Tetapi Krisis BBM

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Ironis sekali dengan kondisi yang dialami oleh Kabupaten Muara Enim yang dijuluki Kabupaten lumbung energi. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir masyarakat terutama pemilik kendaraan harus antri berjam-jam karena kesulitan mencari BBM baik di SPBU maupun di Perthashop di wilayah Kabupaten Muara Enim.

Dari informasi dan pengamatan dilapangan, Selasa (16/9/2025), fenomena kesulitan mencari seluruh jenis BBM di Kabupaten Muara Enim khususnya di wilayah Kota Muara Enim dan Kota Tanjung Enim dan sekitarnya sudah mulai dirasakan masyarakat akhir-akhir ini. Dan jika ada masyarakat harus antri berjam-jam sehingga antrian sampai mengular ke pinggir jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Namun kelangkaan tersebut mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir dan puncaknya hari ini sehingga sampai memacetkan jalan lintas Sumatera terutama di depan SPBU Gerigis Tanjung Enim.

“Kami heran ini salahnya dimana. Katanya Muara Enim lumbung energi namun kenyataannya krisis energi,” ujar Erson (45) salah seorang tukang ojek di Tanjung Enim.

Menurut Erson, bahwa ia merasakan kesulitan mencari BBM ini sudah beberapa hari terakhir. Bahkan ia sudah sempat berkeliling ke Muara Enim tetapi sama juga mengantri sehingga ia terpaksa beli di Pertamini meski harganya mahal hingga Rp 25 ribu perliter.

“Seluruh SPBU antri berjam-jam, bahkan Perthashop dan Pertamini habis dan tutup. Saya sore ini tidak lagi narik karena tidak ada minyak. Mudah-mudahan besok sudah kembali normal,” ujarnya.

Pengawas SPBU Gerigis Tanjung Enim Suparto, mengatakan bahwa kelangkaan ini salah satu penyebabnya adalah SPBU Gerigis saat ini kena sanki pembinaan oleh Pertamina selama 1 bulan. Dimana konswekensinya tidak akan di kirim BBM jenis Pertalite selama 1 bulan, efek dari menyalahi prosedure pengisian yang tidak sesuai dengan Barcode dalam pengisian BBM Pertalite ke Kendaraan roda empat atas dari pengaduan dan di tindaklanjuti dengan Tim Sidak.

“Pengiriman Pertamax juga dibatasi dari Pertamina 1 hari hanya dikirim sebanyak 8 ribu liter. Kami buka jam 06.00 WIB, kendaraan sudah antre dari Subuh sehingga pukul 10.00 WIB Pertamax sudah habis,” ujarnya.

Sedangkan menurut Area Business Head (ABH) Pertamina Pengawas SPBU Talang Jawa Muara Enim Ilham Alif mengatakan bahwa untuk masalah suply tidak ada masalah, namun yang masih menjadi kendala sedikit adalah untuk pelayanannya sebab saat ini pompa dispenser kita masih ada yang sedang dalam proses perbaikan. Pihaknya setiap hari mendatangkan 16 KL Pertalite namun kendalanya tempat penampungannya masih terbatas. Lalu kita buka dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

“Kita awalnya empat dispenser untuk tiga produk, dan sekarang kita mengoperasikan tiga dispenser namun tetap tiga produk. Sebab masih ada pompa yang diperbaiki,” ujarnya.

Lanjut Ilham, untuk antisipasi kelangkaan dan mempercepat antrian, pihaknya akan melakukan optimalisasi pelayanan dan pengisian sehingga antrian lebih cepat dari biasanya. Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Deddy Arianto Sutopo dan anggota DPRD Muara Enim Yones Tober, mengaku sangat prihatin dengan fenomena yang terjadi saat ini sebab kelangkaan BBM ini sangat meresahkan masyarakat Muara Enim. Dan pihaknya telah menghubungi pihak Pertamina untuk bisa segera menstabilkan kelangkaan BBM ini.

“Khusus SPBU Gerigis memang sedang kena sanksi oleh Pertamina, namun kita minta ditangguhkan dahulu sebab ini lebih urgen menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi sampai membuat macet arus lalulintas,” tegasnya.

Kedepan, lanjut Deddy, pihaknya berharap kepada Pertamina untuk bisa mengantisipasi kelangkaan BBM seperti menambah SPBU atau menjadikan operasional SPBU 24 jam sehingga mengurangi penumpukan antrian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *