Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Salah satu kendala Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Muara Enim terutama di area Gelumbang dan sekitarnya menghadapi Karhutla ada minimnya pasokan air. Pasalnya, untuk mendapatkan sumber pasokan air paling dekat berjarak sekitar 30 km di wilayah Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Senin (14/9/2026).
Koordinator Lapangan Pos Karhutla Kecamatan Gelumbang, Adi Kuswoyo, menerangkan bahwa tim di lapangan saat ini mengalami kesulitan air yang sangat parah karena beberapa sumber air di area kebakaran sudah kering total. Kondisi serba terbatas tersebut membuat petugas terpaksa berjuang mencari pasokan air hingga ke desa sebelah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi pemadaman.
Atas musibah ini, lanjut Adi, penegakan disiplin lingkungan serta kewaspadaan bersama terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah dan aparat hukum. Pengawasan ekstra tetap diberlakukan di area gambut rawan terbakar agar tidak timbul titik api baru yang dapat memperparah situasi krisis air di wilayah tersebut. Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran serta bersama-sama memohon petunjuk Yang Maha Kuasa.
“Kondisi cuaca sedang ekstrem dan gambut sangat rawan, kami sangat meminta masyarakat jangan membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta mari kita berdoa agar hujan segera turun menyirami Muara Enim,” tegasnya.












