Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Kegiatan kunjungan lapangan, penanaman demplot bambu, serta peninjauan infrastruktur pembasahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini merupakan rangkaian hari kedua dari agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsolidasi Kesiagaan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Sehari sebelumnya, rangkaian kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Rakornas Konsolidasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Swarnadipa, Palembang, pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebagai langkah konsolidasi menyikapi pembelajaran karhutla guna memperkuat kesiagaan menghadapi tahun 2027.
Kabupaten OKI dipilih sebagai lokasi utama peninjauan lapangan karena memiliki sebaran lahan gambut yang sangat luas di Sumatera Selatan. Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, bersama Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dan Bupati OKI, H. Muchendri Mahzareki. Dalam kunjungan di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, rombongan meninjau kawasan demplot restorasi yang sukses memulihkan ekosistem gambut secara alami maupun intervensi. Area yang sempat mengalami kebakaran berulang pada tahun 1997 dan 2006 kini telah bertransformasi menjadi hutan rawa gambut yang subur dengan puluhan spesies pohon endemik seperti jelutung, ramin, dan belangeran yang berfungsi menekan emisi karbon.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam arahannya menekankan pentingnya pelibatan masyarakat serta pemanfaatan potensi kearifan lokal dalam menjaga ekosistem lahan gambut di wilayah Sumatera Selatan. “Saya berkeinginan agar kabupaten-kabupaten di Sumsel yang memiliki potensi gambut dapat menjadi mitra aktif. Mari kita bersama-sama dibina oleh pemerintah provinsi serta Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional untuk mencegah, menjaga, dan menanggulangi karhutla, sekaligus memastikan adanya pemanfaatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menambahkan pentingnya membangkitkan kembali semangat beternak kerbau rawa guna menjaga kelembaban gambut sekaligus memberikan sumber penghasilan bagi warga.
Kehadiran Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Abdur Rohman Husen, bersama delegasi daerah semakin mempertegas komitmen kolaborasi antarwilayah dalam penanggulangan karhutla. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. “Pelestarian ekosistem gambut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antardaerah. Melalui pembelajaran keberhasilan di Kabupaten OKI, Pemkab Muba siap mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan secara bijak demi menjaga kelestarian alam sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Dari Kabupaten Muba, hadir mendampingi Wakil Bupati, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. M. Thabrani Rizki, M.Si., serta para perwakilan OPD terkait. Keikutsertaan rombongan Pemkab Muba ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mempelajari model restorasi gambut dan strategi mitigasi lingkungan yang sukses diterapkan di Kabupaten OKI untuk dapat diadaptasi secara regional.

















