Lentera-PENDIDIKAN.com, PALAEMBANG-Harga emas kembali menunjukkan tren penguatan pada awal tahun 2026. Sejumlah produk logam mulia yang dipasarkan melalui Pegadaian tercatat mengalami kenaikan signifikan, bahkan menembus kisaran Rp3 juta per gram untuk beberapa varian, sejalan dengan sentimen global yang menempatkan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Momentum ini turut mendorong peningkatan minat investasi masyarakat, khususnya generasi muda. Di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Pegadaian mencatat adanya tren kenaikan transaksi investasi emas dari kalangan Gen Z dan milenial, baik dalam bentuk emas fisik maupun tabungan emas digital.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung membeli emas sebagai simpanan konvensional, Gen Z kini memanfaatkan teknologi untuk berinvestasi secara lebih praktis, cepat, dan fleksibel.
Novryandi, Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan meningkatnya literasi finansial di kalangan generasi muda.
“Kami melihat adanya pergeseran pola pikir generasi muda, khususnya Gen Z, yang kini semakin sadar pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Emas menjadi salah satu pilihan karena relatif stabil, mudah dicairkan, dan risikonya lebih rendah. Kenaikan harga emas saat ini justru menjadi momentum bagi mereka untuk mulai investasi secara bertahap,” ujar Novryandi.
Ia menambahkan, Pegadaian terus menghadirkan solusi investasi yang inklusif agar semakin mudah dijangkau semua lapisan masyarakat, termasuk investor pemula.
Mulai Investasi dari Genggaman Lewat Tring! by Pegadaian Untuk menjawab kebutuhan generasi digital, Pegadaian menghadirkan aplikasi Tring! by Pegadaian, platform layanan keuangan terpadu yang memungkinkan masyarakat bertransaksi secara praktis langsung dari ponsel.
“Sekarang investasi emas tidak perlu datang ke outlet. Lewat aplikasi Tring!, masyarakat bisa mulai dari nominal terjangkau, bahkan sambil rebahan pun tetap bisa menabung emas. Ini yang membuat Gen Z merasa lebih dekat dengan investasi,” tambah Novryandi.
Menurutnya, digitalisasi layanan menjadi kunci dalam meningkatkan inklusi keuangan, sekaligus mendorong kebiasaan investasi rutin sejak usia muda. Dengan kombinasi kenaikan harga emas dan kemudahan akses digital, Pegadaian optimistis tren investasi emas di kalangan generasi muda akan terus tumbuh sepanjang tahun ini.
Pegadaian Sumbagsel juga terus menggencarkan edukasi literasi keuangan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, kampus, komunitas, dan kanal digital, agar masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.
“Harapannya, semakin banyak generasi muda Palembang dan Sumbagsel yang tidak hanya menabung, tetapi juga mulai berinvestasi. Karena investasi terbaik adalah yang dimulai lebih awal,” tutup Novryandi.

















