Dorong Operasi Hulu Migas Berkelanjutan, Pertamina EP Prabumulih Raih 6 Penghargaan di ENSIA 2026

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4, mendapatkan apresiasi atas upaya menghadirkan inovasi operasi hulu migas berkelanjutan pada ajang penghargaan ENSIA (Environmental and Social Innovation Awards) 2026.

Berkat komitmen tumbuh bersama masyarakat sekitar wilayah operasi serta upaya menjaga kelestarian lingkungan, PEP Prabumulih Field meraih penghargaan pada enam kategori di ajang tersebut. Penghargaan diberikan secara resmi di Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (10/10/2026).

“Dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional, Pertamina EP Prabumulih Field tak hanya berhenti pada tugas memenuhi pasokan minyak dan gas. Kami juga terus merumuskan berbagai terobosan baru untuk menghadirkan operasi hulu migas berkelanjutan,” ujar Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Haris Fadilah, Senin (12/10/2026).

Dijelaskan Haris, bahwa PEP Prabumulih Field meraih penghargaan Platinum pada empat kategori, yaitu Penurunan Emisi, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemar Air, Pengelolaan Sampah, serta Perlindungan Keanekaragaman Hayati. Sementara itu, penghargaan Emas diraih pada kategori Efisiensi Energi dan Pemanfaatan Limbah B3.

Kemudian, Penghargaan pada kategori Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemar Air diraih berkat penerapan inovasi Gate Valve Pneumatic berbasis control android. Sistem tersebut memungkinkan proses buka-tutup valve pipa dilakukan jarak jauh sehingga pencegahan tumpahan minyak ke area sekitar tangki bisa dilakukan lebih cepat dan dari jarak jauh.

Sementara itu, penghargaan Platinum di kategori Penurunan Emisi diberikan atas keberhasilan mengoptimalkan penyerapan karbondioksida dan mengurangi jumlah emisi dari proses flare melalui Renewal Heat Exchanger dengan Tipe Shell and Tube. Upaya tersebut meningkatkan keandalan operasi serta memastikan kualitas gas memenuhi target produksi dan ketentuan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Dalam aspek Perlindungan Keanekaragaman Hayati, PEP Prabumulih Field memiliki program konservasi dan regenerasi jenis Angsana (Pterocarpus Indicus) yang sudah berstatus IUCN-Red List (endangered) menggunakan metode SIG-Nature.
Haris menjelaskan bahwa

program ini juga bertujuan mengembangkan metode pembibitan menggunakan zat pengatur tumbuh alami untuk mendukung pertumbuhan bibit pada kondisi lahan marginal, sekaligus meningkatkan penghijauan area sekitar proses. Selain memberikan manfaat ekologis, program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam pembibitan dan konservasi tanaman secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *