Benteng Kuto Besak (BKB )bukan sekadar susunan batu dan semen, ia adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam. Namun hari ini, para budayawan dan tokoh masyarakat bersuara karena kegelisahan yang sama: BKB sedang terancam. Sebuah pilihan sulit ada di depan mata: menyelamatkannya sebagai kebanggaan abadi, atau membiarkannya terkubur menjadi kenangan yang memalukan.
Menurut Koordinator Aliansi Penyelamatan Benteng Kuto Besak (AP-BKB), Vebri Al Lintani, pembangunan di kawasan cagar budaya seharusnya memperhatikan aspek konservasi dan tidak merusak nilai historis situs tersebut. Mereka khawatir pembangunan fisik yang masif akan berdampak terhadap kelestarian benteng dalam jangka panjang.
Saksikan selengkapnya di Lentera Viral Demokrasi hanya di Youtube!

















