Pembangunan Tol Kapal Betung di Gandus “Membunuh” Warga Pulokerto

Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Ratusan KK Kehilangan Akses Hidup, Pembangunan Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (KAPAL BETUNG) yang digadang-gadang sebagai proyek strategis nasional kini berubah menjadi bencana kemanusiaan bagi warga Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang.

Alih-alih membawa kesejahteraan, pembangunan tol justru menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Jalan tol yang membelah kawasan permukiman warga tanpa solusi akses yang manusiawi telah membuat ratusan kepala keluarga (KK) kehilangan hak dasar mereka: hak bekerja, hak hidup, dan hak bertahan.

Ketua RW 05 Kelurahan Pulokerto, M. Rafik mengatakan, proyek ini telah memutus total akses warga menuju lahan pertanian dan perkebunan mereka—sumber utama penghidupan yang telah mereka kelola turun-temurun. Kini, petani dipaksa menjadi pengangguran di tanahnya sendiri. Kebun ditinggalkan, sawah mengering, dapur tak lagi mengepul.

“Kami seperti dikepung tembok peradaban, tapi tidak diberi pintu keluar,” ujar Rafik.

Dia menegaskan, mereka tidak pernah menolak pembangunan. Namun yang mereka tolak adalah pembangunan yang menginjak-injak kehidupan rakyat kecil tanpa solusi, tanpa empati, dan tanpa keadilan.

Ratusan KK kini meminta dengan tegas agar pemerintah segera membangun flyover atau bypass sebagai akses layak untuk melintasi tol. Bukan janji, bukan wacana, tetapi jalan nyata demi kelangsungan hidup warga.

Yayasan Bantuan Hukum Sumatera Selatan Berkeadilan (YBH SSB) selaku kuasa hukum warga mengecam keras kebijakan pemerintah yang membiarkan rakyatnya tercekik tanpa solusi. Ketua YBH SSB Sumsel, Sigit Muhaimin, SH mengungkapkan kondisi bentuk kezaliman negara terhadap rakyatnya sendiri.

“Jika pemerintah terus menutup mata, ini bukan lagi kelalaian—ini kejahatan kebijakan. Negara tidak boleh membangun dengan mengorbankan nyawa dan perut rakyat,” tegas Sigit. (RILIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *