Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK se-Sumsel Tahun 2026 di Asrama Haji Palembang, 19–21 Oktober 2026.
Mengusung tema “Berakhlak di Hati, Beretika dalam Aksi, Bertalenta, Menginspirasi”, kegiatan ini bertujuan membekali para ketua dan wakil ketua OSIS dengan karakter yang kuat, etika yang baik, serta kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menjadi calon pemimpin masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mengatakan bahwa para pelajar merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui pendidikan karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, kecerdasan dan kemampuan seseorang tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan akhlak yang baik.
“Pada kegiatan ini, kalian akan mendapatkan banyak materi tentang pendidikan akhlak dan attitude. Sehebat apa pun seseorang, kalau tidak diikuti akhlak yang baik, maka kelebihannya itu bisa tertutupi,” ujar Mondyaboni.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami arti kepemimpinan yang sesungguhnya. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki jabatan, tetapi juga harus mampu menyusun program, mencari solusi atas persoalan, mengorganisasi anggota, serta memastikan tujuan organisasi dapat tercapai.
Mondyaboni menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Gubernur Sumsel, memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mendorong penguatan pendidikan karakter di kalangan pelajar.
Ia juga mengingatkan para ketua OSIS agar menyusun program kerja secara terarah dan realistis. Mengingat masa kepemimpinan OSIS hanya berlangsung satu tahun, setiap program harus dirancang dengan jadwal pelaksanaan yang jelas dan disertai evaluasi berkala.
“Ketua OSIS harus mempunyai program kerja yang jelas. Karena masa kepemimpinannya hanya satu tahun, tetapkan program kerja dalam rentang waktu 12 bulan. Tentukan kapan kegiatan dilaksanakan dan lakukan evaluasi,” tegasnya.
Menurut Mondyaboni, keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari sejauh mana program kerja yang telah direncanakan mampu diwujudkan.
“Ilmu kepemimpinan itu berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing. Berhasil atau tidak kepemimpinan kita, itu dilihat dari berhasil atau tidak program kerja kita,” katanya.


















