Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam program keluarga berencana (KB) di Kabupaten Muara Enim, ternyata alat kontrasepsi suntik KB merupakan cara yang paling sering digunakan Pasangan Usia Subur (PUS) di di Kabupaten Muara Enim.
“Suntik KB yang paling dominan, setelah itu diikuti Implan dan Spiral,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Muara Enim Dr H Rinaldo SSTP MSi, Senin (22/12/2025).
Menurut Rinaldo, untuk program KB di Kabupaten Muara Enim, peminatnya hampir sama dengan tahun sebelumnya yakni alat kontrasepsi KB suntik, bila dibandingkan dengan IUD, susuk ataupun pil yang harus diminum secara rutin. Hal ini dikarenakan selain penggunaannya yang lebih mudah, juga gratis.
Rinaldo menerangkan, alat KB yang tidak banyak digunakan meliputi sterilisasi wanita, sterilisasi pria, kondom wanita, dan cara tradisional. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi salah satu pertimbangan dan penyebab rendahnya persentase pengguna keempat alat/cara KB tersebut, khususnya sterilisasi wanita dan sterilisasi pria.
Dikatakan Rinaldo, bahwa terhitung mulai dari Januari hingga November target program sebanyak 3600 orang dan sudah terealisasi sekitar 4000 orang. Keberhasilan pencapaian tersebut tak luput perjuangan penyuluh dan kader keluarga berencana.
“Tahun depan pihaknya mengrekrut penyuluh keluarga berencana pria disetiap kecamatan. Untuk KB pria juga mengalami peningkatan, tahun sebelumnya tercatat 7 orang, tahun ini 16 orang,” jelasnya.
Sementara, Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Muara Enim Fadillah SH, menambahkan untuk kegiatan Penyuluhan Balai PKB Kecamatan Muara Enim Tahun 2025, Balai Penyuluh KB Kecamatan Muara Enim secara konsisten melaksanakan rangkaian kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di wilayah kecamatan.
Kegiatan diawali dengan fasilitasi pembinaan dan penyuluhan kepada semua Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Sub IMP, dan Kelompok Kader TPK di seluruh desa dan kelurahan di lakukan setiap bulan dalam pertemuan bulanan IMP / Sub se-Kecamatan Muara Enim.
“Materi yang diberikan berfokus pada penguatan tugas fungsi IMP dalam pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan sasaran, pendataan keluarga berisiko stunting, serta strategi penguatan kegiatan rumah data kependudukan sebagai dasar analisis perencanaan desa,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Fadilah, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) mendapatkan penguatan kapasitas secara berkala terkait pendampingan ibu hamil, ibu pasca persalinan, calon pengantin, serta keluarga berisiko stunting melalui edukasi kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pola pengasuhan, serta rujukan layanan kesehatan dan sosial.
Kegiatan tersebut, kata dia, dilaksanakan melalui pertemuan tatap muka, supervisi lapangan, pendampingan laporan, hingga kunjungan rumah sehingga kehadiran tim penyuluh maupun Kader KB untuk pembinaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman.
Di bidang pembinaan generasi muda, Balai PKB turut serta dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) melalui penyuluhan kependudukan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan usia anak, serta penguatan karakter dan mental generasi muda menuju keluarga berkualitas.
Lanjut Fadilah, kegiatan dilakukan dengan pendekatan ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, serta pemberian materi motivasi. Selain kegiatan pokok tersebut, Balai PKB Kecamatan Muara Enim juga melaksanakan berbagai penyuluhan tematik lainnya, seperti sosialisasi kesehatan reproduksi bagi pasangan usia subur, penyuluhan pencegahan stunting di Posyandu, pembinaan di Kampung KB, edukasi dalam kegiatan PKK, serta kolaborasi lintas sektor dengan desa, puskesmas, dinas pendidikan, TNI/Polri, dan lembaga sosial masyarakat.
“Kedepan, sinergi program, kapasitas kader, serta kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga memberikan dampak nyata terhadap penurunan stunting, peningkatan kualitas generasi muda, dan terwujudnya kesejahteraan keluarga di Kecamatan Muara Enim,” harapnya.












