Pasca Kebakaran MIN 1 Muara Enim, Sebagian Siswa Diliburkan dan Belajar Secara Daring

Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca terbakarnya kantin dan sebagian gedung kelas, MIN 1 Muara Enim terpaksa meliburkan sementara sebagian siswa terutama yang kelasnya rusak sampai kondisi aman untuk melakukan proses belajar mengajar kembali.

“Yang pasti siswa kelas 1 dan 2, untuk siswa lain Kita lihat nanti kondisi dilapangan,” ujar Kepala MIN 1 Muara Enim Sumini SPd, disela-sela kegiatan pembersihan, Kamis (30/7/2026).

Menurut Sumini, bahwa sebelum kejadian dirinya baru pulang dari sekolah sekitar Magrib, dan belum terjadi apa-apa. Dan ketika dirinya sudah berada dirumah, ia mendapat laporan jika sekolah yang dipimpinnya terbakar sehingga ia bergegas kembali ke sekolah untuk memastikan hal tersebut.

“Saya lihat yang habis terbakar kantin sekolah, dan sebagian gedung kelas terutama kusen, jendela, flavon dan kaca pecah berserakan,” ujarnya.

Dan untuk percepatan pemulihan, lanjut Sumini, pihaknya sengaja meliburkan sebagian siswa terutama untuk kelas 1 dan 2, karena pihaknya akan melakukan pembersihan puing-puing pasca kebakaran sebab dikhawatirkan akan melukai siswa terutama yang masih kecil dan supaya tidak terlalu menganggu proses pembersihan.

“Saya sudah cek, banyak sekali seng, paku, pecahan kaca dan sebagainya yang membahayakan dan melukai anak-anak. Jadi kita pilih diliburkan sampai benar-benar clear. Namun meski libur anak-anak tetap belajar secara Daring dirumah masing-masing,” ucapnya.

Atas musibah ini, Sumini, berharap kepada pihak terkait atau yang peduli untuk memberikan bantuan perbaikan sarana dan prasarana sekolah sebab ini sifatnya mendesak supaya tidak menganggu proses belajar mengajar di sekolah.

“Coba lihat saja, kusen dan pintu rusak terbakar bahkan kacanya pada pecah belum lagi flavonnya rusak. Sangat tidak nyaman dan khawatir lepas jika tidak cepat diperbaiki atau diganti,” cetusnya.

Kedepan, kata Sumini, pihaknya akan berupaya melakukan antisipasi dengan penertiban dan peremajaan intalasi kelistrikan supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Masih beruntung hanya kantin sekolah, kalau seluruh gedung sekolah bisa repot anak-anak belajar. Jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *