Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Dalam rangka memanusiakan Narapidana (Napi) terutama dalam pembinaan akhlak dan keterampilan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll B Muara Enim akan mengupayakan dan membekali keterampilan dan keahlian bersertifikat bagi para narapidana.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Lapas Muara Enim Kelas ll B Muara Enim Aulya Zulfahmi pada kegiatan Coffe Morning bersama insan pers di aula Lapas Kelas IIB Muara Enim, Sabtu, (18/10/2025).
Kalapas Muara Enim Aulya Zulfahmi mengatakan, bahwa salah satu langkah program barunya sebagai Kalapas Muara Enim adalah akan memberikan perhatian khusus terhadap Narapidana untuk mengupayakan memberikan keterampilan dan keahlian yang bersertifikasi sehingga ketika mereka bebas berada tengah masyarakat keterampilan tersebut bisa berguna untuk kehidupan mereka.
“Selama ini, stigma buruk bagi mantan Napi masih melekat disebagian masyarakat. Untuk itu kita perlahan-lahan akan menghilangkan stigma tersebut,” ujar Fahmi yang akrab dipanggil.
Lanjut Fahmi, selama ini, beberapa Lapas sudah banyak yang memberdayakan Napi atau Warga Binaan (WB) untuk mengasah keterampilannya seperti menjahit, membatik, pertukangan, las, berkebun dan sebagainya, namun yang menjadi kendala adalah pada saat pemasarannya. Akibatnya produksinya banyak tetapi pembuangannya hampir tidak ada. Kedepan kita akan menjajaki melakukan kerjasama dengan Pemerintah, Stake holder seperti UMKM atau home industri, dimana mereka akan turun langsung yang melakukan pelatihan dan sekaligus memasarkan hasil produksi para Napi tersebut.
Lebih lanjut, Fahmi menerangkan, bahwa dalam program pemberian sertifikat keahlian kepada napi tersebut apabila terlaksana nantinya, tentunya dalam pemberian sertifikat keahlian tersebut bukan dari pihak Lapas yang akan mengeluarkan, namun harus dari lembaga pemerintah yang berhak berwenang mengeluarkannya sehingga benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.
“Kita ingin selama menjalani hukuman, para Napi mendapatkan keahlian bersertifkasi. Kemudian mereka juga bisa mendapatkan uang dari kerja keras mereka yang akan diberikan ketika mereka bebas untuk bekal dan modal usaha mereka untuk mengawali hidup baru untuk bekerja,” harapnya.











